Tampilkan postingan dengan label character. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label character. Tampilkan semua postingan

PENGANTAR - The Chosen Leader


Berkeinginan berkarir untuk menduduki posisi di jajaran Top Management adalah impian dari banyak orang. Tetapi sayangnya tidak semua orang yang mempunyai impian tersebut berhasil mencapai apa yang diimpikannya itu.

Yang menjadi masalah bukanlah karena ketidak-mampuan diri, tetapi lebih banyak pada pola-pikir pribadi yang tidak menunjang usaha untuk meraih impian tersebut.

Pola pikir yang mudah menyerah, kecewa akan masa lalu yang berkali-kali menghadapi kegagalan, ketakutan akan menghadapi masalah yang tidak mampu diselesaikan, rasa rendah diri ketika melihat keberhasilan orang lain, dan masih banyak lagi .....

Percayalah bahwa dengan tekad yang kuat, motivasi diri yang tinggi, kesabaran yang panjang, impian kita itu dapat diraih, asalkan pola pikir kita sedikit demi sedikit harus diubah dan berani melangkah setapak demi setapak.

Dengan perjuangan yang kadang terasa sangat berat, kadang dengan air mata, itu bisa Anda raih!

Silakan klik untuk video-video leadership & motivasi lainnya di https://www.youtube.com/channel/UCQEME7gqkIadVsutlbJ9Nng

Semoga bermanfaat .... selamat berubah! 

Sifat-Sifat Orang berdasarkan bulan kelahirannya (Des-Jan)

Sifat-sifat atau Kepribadian seseorang seringkali perlu dipelajari, dengan tujuan untuk memudahkan kita berkomunikasi ataupun berinteraksi, baik di dunia non-formal maupun di dunia kerja.

Berikut ini kami lampirkan beberapa sifat dari seseorang ditinjau dari bulan kelahirannya, untuk sementara ini yang bulan kelahirannya di Desember dan Januari.


Catatan kepribadian berdasarkan bulan kelahiran ini tidaklah mutlak 100% benar, karena setiap orang diciptakan secara unik. 
Ketika kita sudah mengenali sifat atau kepribadian seseorang, maka paling tidak kita dapat membuat strategi pendekatan personal terhadap orang tersebut.

Selamat mencoba!
SALAM SEMANGAT!





Sikap sang Pemimpin

Masih ingat dengan seseorang pemimpin yang mendapat nama julukan Alexander The Great ..?
Suatu ketika ia harus memimpin pasukannya melintasi gurun pasir yang panas dan kering dan setelah dua minggu dalam perjalanan tersebut, maka persediaan airpun menipis.
Mereka sudah lelah dan kehausan, namun demikian Alexander tetap memimpin pasukannya untuk terus berjalan dengan penuh semangat.
Pada suatu siang yang terik, dua orang anggota pasukannya datang menemuinya dengan membawa semangkuk air yang mereka ambil dari sebuah kolam yang hampir kering.
Air dalam kolam itu tidaklah cukup untuk seluruh pasukannya.
Ketika mengetahui hal itu, Alexander-pun berkata, "Aku tidak akan meminum air ini sendiri sekarang, sementara kalian kehausan. Hai prajuritku, simpanlah air itu dan kumpulkanlah bersama sisa air yang lain sebagai persediaan kita. Kita akan menggunakan air itu pada saatnya nanti."

Alexander bukanlah seorang pemimpin yang egois, yang menjalankan kekuasaannya berdasarkan ego dan kepentingannya sendiri. Dalam keadaan yang tidak baik, ia memikirkan orang-orang yang dipimpinnya, meskipun ia adalah seorang raja yang tentunya berhak dilayani.
Inilah contoh dari seorang pemimpin yang dimotivasi oleh tanggung-jawabnya, ia mengedepankan kepentingan bersama meskipun harus mengorbankan keinginannya sendiri. Itulah sosok seorang pemimpin yang memiliki integritas.
Seorang pemimpin harus memiliki kemauan keras, namun bukan karena egois atau keras kepala, tetapi kemauan kuat untuk melakukan apa yang harus dilakukan demi kebaikan dan kemajuan bersama.

Bagaimana dengan Anda ?
Ya ... Andapun dilahirkan untuk menjadi seorang pemimpin !
Oleh sebab itu, milikilah kepekaan hati dan semangat diri untuk mengupayakan segala sesuatu yang baik bagi anak buah Anda. layanilah mereka dengan ketulusan dan kerendahan hati.
Jadilah seorang pemimpin yang berkenan di mata TUHAN !

Bertahanlah Agar Mampu Naik Ke Tingkat Yang Lebih Tinggi

Adalah normal apabila kita ingin dikenal dan dikenang orang melalui keberhasilan dan kesuksesan yang kita lakukan.
Tetapi perjalanan menuju keberhasilan itu seringkali luput dari pengamatan kita.
Jarang terjadi perjalanan yang mulus tanpa rasa sakit ... tanpa kepedihan emosi.


Ketika hal itu terjadi, bertahanlah semampu yang kita bisa, karena apa yang sedang kita alami saat ini merupakan latihan pengalaman pribadi kita, yang sangat mungkin akan berguna di waktu yang akan datang.
Seperti ketika kita sedang membangun tembok, satu demi satu batu bata kita pasang dan kemudian dilekatkan ke susunan batu lainnya dengan semen yang kuat.
Batu bata tersebut semakin banyak kita susun dan membentuk tembok yang kokoh.
Pengalaman yang menyakitkan tersebut, seperti batubata, kemudian membentuk mental kita untuk menjadi semakin kuat dalam menghadapi perjuangan hidup.
Oleh sebab itu ..... bertahanlah semampu kita untuk melalui badai demi badai yang muncul di hadapan kita !

Rahasia Untuk Menjadi Sukses !!


Dr.Srully Blotnick telah melakukan sebuah penelitian yang hasilnya kemudian dituangkan ke dalam bukunya yang berjudul "Getting Rich Your Own Way". Selama 20 tahun ia telah meneliti 1500 orang yang terdiri dari pria dan wanita di usia 20-an hingga 40-an.
Dari 1500 orang tersebut, ada 83 orang di antaranya yang menjadi jutawan yang sangat sukses, dan yang menarik adalah bahwa mereka tidak bermaksud menjadi kaya, namun sangat fokus pada melakukan yang terbaik dalam pekerjaannya.

Sikap untuk melakukan yang terbaik itulah yang membawa mereka ke puncak sukses.
Sebaliknya, sebagian besar orang lainnya mencoba menghasilkan banyak uang dan berfokus untuk menjadi kaya, namun justru tidak berhasil.

Bagi beberapa orang barangkali hal itu kedengarannya aneh. Bagaimana mungkin yang ingin menjadi kaya malahan berakhir dengan tidak kaya, sedangkan yang tidak bermaksud untuk kaya justru menjadi kaya ? Bukankah selama ini kita diajar untuk bermimpi dan membayangkan sebuah keberhasilan yang kita idam-idamkan ?
Bagaimana hal seperti itu dapat dijelaskan ?

Sebuah ilustrasi sederhana ini barangkali bisa membantu ....
Seorang petenis profesional, ketika bertanding mengatur fokus perhatiannya pada pola permainannya serta lawan bertandingnya. Ia tidak mengatur fokusnya pada papan skor pertandingan, karena papan skor tersebut akan mengikuti cantik atau tidaknya permainan kedua petenis tersebut.
Ia berfokus pada upaya untuk mengeluarkan permainan terbaiknya serta melakukan sedikit kesalahan. Para petenis profesional sangat sedikit yang sebentar-sebentar menoleh ke papan skor untuk melihat berapa nilai yang diperolehnya, sebab mereka memahami bahwa dengan bermain lebih bagus dari lawannya, secara otomatis nilai akan bertambah dengan sendirinya.

Hal itu tentunya diharapkan juga berlaku dalam kehidupan kita.
Fokus kita bukanlah semata-mata pada menjadi apa diri kita nanti, tetapi lebih banyak pada apa yang kita lakukan pada hari ini yang membawa dampak untuk hidup kita di kemudian hari nanti. Kita perlu melakukan yang terbaik dalam pekerjaan kita dengan memperbaharui terus-menerus dan berusaha menjadi sempurna. Apabila kita konsisten melakukan hal-hal positif tersebut, maka sangat besar kemungkinan kita akan memetik keberhasilan di masa mendatang.
Hasil selalu mengikuti tindakan, oleh karena itu berlah fokus lebih banyak untuk dapat melakukan tindakan yang terbaik yang dapat kita lakukan.

5-Reaksi Ketika Menghadapi Bawahan Yang Mempunyai Masalah Kinerja


Sebagai pemimpin di tempat kerja, seringkali kita menghabiskan 80% dari waktu kita untuk tatap-muka dengan orang-orang yang mengalami masalah dalam kinerja mereka, dan sekitar 20% sisanya untuk bertemu dengan orang-orang lainnya.
Mengapa demikian ?

Karena salah satu faktor utama menuju sukses adalah dengan mengenali dan mengelola isu-isu kinerja secara efisien, dengan tujuan untuk mencegah orang-orang kepercayaan kita agar jangan terpeleset ke dalam kondisi kinerja yang buruk.


Tulisan berikut ini menyampaikan 5 model reaksi yang biasanya ditunjukkan oleh banyak orang ketika harus menghadapi masalah-masalah dalam pengelolaan kinerja di departemennya.

1. "The Ostrich" (= Si Burung Unta)
Reaksinya seperti burung unta, yang membenamkan kepalanya ke dalam pasir dan berharap agar masalahnya lewat dari hadapannya atau tidak terdeteksi. Hati-hati dengan reaksi seperti ini, karena masalah demi masalah akan bertumpuk dan akhirnya orang lain juga akan mengetahuinya. Ini dapat mempengaruhi moral dari kelompok kerja Anda dan juga kredibilitas Anda sebagai pemimpin. Solusi yang terbaik adalah dengan menghadapi masalah yang ada.

2. "The Pass The Parcell Expert" (= Teruskan Parselnya)
Reaksinya adalah "memindahkan" orang yang bermasalah dalam kinerjanya ke kelompok atau bagian lain. Hal ini mungkin tampaknya seperti jalan keluar yang bagus, namun sebenarnya reaksi seperti itu dapat merusak reputasi Anda. Solusi yang terbaik adalah tetap dengan menghadapi orang yang bermasalah tersebut.

3. "The Band-Aid Worker" (= Si Plester)
Barangkali reaksi Anda adalah menjadi pendengar yang baik dan kemudian memberi waktu untuk bekerja bersama orang yang mempunyai masalah dalam kinerjanya. Reaksi ini nampaknya "berhati mulia", namun dapat sangat menghabiskan waktu Anda. Ada baiknya apabila Anda dapat menggali lebih dalam lagi kemampuan dari orang yang kinerjanya kurang bagus tsb, menyusun Rencana Pengembangan Pribadi bagi orang tersebut, dan memonitor pertumbuhannya.

4. "The Delegator" (= Si Pemberi Delegasi)
Reaksinya adalah dengan mendelegasikan masalah kinerja tersebut untuk ditangani atau diselesaikan oleh orang lain. Hal ini boleh-boleh saja dilakukan, asalkan ketika Anda mendelegasikan tugas tersebut, pastikan bahwa Anda juga memberikan bantuan, bimbingan motivasi dan arahan yang cukup.

5. "The Prejudger" (= Si Pembuat Kesimpulan Awal)
Banyak pemimpin yang sudah memasang kesimpulan bahwa seseorang tertentu mempunyai kinerja yang bagus, atau sebaliknya bahwa orang itu mempunyai kinerja yang buruk, bahkan sebelum orang itu ditemuinya. Memberi label seperti itu sangatlah tidak bijaksana apabila terus-menerus berdiam dalam pikiran Anda. Akan lebih baik apabila Anda dapat mengumpulkan informasi mengenai orang tersebut dari orang-orang lain yang mempunyai kapasitas yang serupa dengan Anda.

Dari ke-5 reaksi tersebut di atas, reaksi yang bagaimanakah yang sering Anda tunjukkan ketika menghadapi orang-orang yang mengalami masalah dalam kinerjanya ?
[Cited from "Managing Performance" by Pam Jones]

6 Jenis Karakteristik Yang Menentukan Perilaku Kerja


Beberapa orang berkata bahwa kadangkala mereka merasa kurang cocok dengan aktivitas kerjanya, dan hal itu sering mempengaruhi motivasi mereka.

Holland Work Personality System menyimpulkan bahwa ada 6 karakteristik pribadi yang perlu kita analisa untuk mengenal pribadi kita lebih dalam lagi.


1. Seorang yang REALISTIS-kah Anda ?

Seorang yang Realistis akan cenderung mempunyai keinginan untuk menyelesaikan suatu tugas atau persoalan sampai tuntas. Dia akan lebih menyukai hal-hal praktis tanpa banyak basa-basi untuk teori, serta lebih mementingkan hasil daripada proses pencapaiannya. Umumnya dia merupakan pribadi yang cukup stabil dalam hal pengendalian emosinya.
Kelemahannya adalah ketika dihadapkan pada situasi yang menekan dan waktu yang tersedia sangat singkat, maka tingkat stres akan banyak meningkat. Seseorang yang dominan dalam karakteristik ini perlu belajar untuk mengendalikan emosinya dengan baik.

2. Atau Anda seorang yang INVESTIGATIF ?

Seorang yang Investigatif akan tampak sebagai seseorang yang mempunyai rasa ingin tahu yang besar, cenderung merupakan seorang pemikir yang selanjutnya mengarahkan dirinya untuk berstrategi dan menganalisa. Berdasarkan data yang telah dianalisa lebih dalam, sehari-harinya dia akan tampak sebagai orang yang suka mengorganisir atau mengatur. Untuk mendapatkan kecukupan informasi sebelum melakukan analisa, orang yang dominan dalam karakteristik ini cenderung mencari informan-informan (pembisik-pembisik) yang akan mensuplai berbagai informasi yang dibutuhkannya.

Kelemahannya adalah apabila kemampuan analisanya kurang dalam, maka keputusan yang dibuatnya akan cenderung tidak solid, atau mudah berubah-ubah. Selain itu, arah analisanya seringkali mudah dipengaruhi oleh para informannya. 

3. Mungkin juga Anda seorang yang ARTISTIK

Orang yang termasuk dalam golongan ini biasanya mempunyai daya imajinasi yang cukup tinggi, mempunyai kreativitas yang lebih dari orang lain, agak emosional, dan walaupun kurang rapi, tetapi cenderung menunjukkan perilaku apa adanya (asli). Gayanya seringkali santai, walaupun sesungguhnya cukup serius.
Kelemahannya adalah kecenderungan sulitnya mengatur orang-orang yang dominan mempunyai karakteristik ini.

4. Atau barangkali Anda lebih mendekati karakteristik orang yang SOSIAL ?

Mereka yang mempunyai karakteristik Sosial biasanya tampak dalam perilakunya yang cenderung kooperatif (mau bekerja-sama), senang terlibat dalam tugas-tugas kelompok (team player), suka menolong, dan prestasinya cenderung akan lebih menonjol ketika melakukan aktivitas secara berkelompok.
Kelemahannya adalah bahwa orang dengan karakteristik ini kadangkala sulit diminta  bertindak memimpin suatu kelompok kerja untuk menangani tugas yang serius.

5. Ada lagi karakteristik lain yang disebut ENTERPRISING

Kata 'enterprising' ini dapat dipahami sebagai sesuatu yang berhubungan erat dengan unit kerja atau bahkan perusahaan. Orang yang mempunyai karakteristik ini akan tampak dari perilakunya yang energik dan optimis, seringkali menyukai suatu tantangan persaingan (memacu diri untuk memenangkan suatu persaingan). Dalam menyampaikan ide atau pikirannya akan terlihat persuasif. Biasanya mereka kaya akan ide-ide kreatif dan spontan, sehingga tugas-tugas baru yang memerlukan pemikiran segar bukanlah menjadi hambatan yang berarti. Apabila pengendalian emosinya baik, bekerja dengan orang-orang seperti ini akan menjadi sesuatu yang dinamis dan fun.
Kelemahannya adalah diperlukannya orang-orang yang dapat mengimbangi gerak dan dampak kecepatan perubahan positif yang terjadi.

6. Dan karakteristik yang terakhir adalah KONVENSIONAL

Mereka yang mempunyai karakteristik Konvensional ini akan merasa nyaman apabila lingkungannya kerjanya terstruktur dengan jelas. Kerapian dan penempatan dokumen ataupun barang-barang lainnya akan menjadi perhatian utamanya. Mereka cenderung merupakan orang-orang yang teliti dan sangat memperhatikan aturan-aturan main yang berlaku.

Sekarang coba kita PRAKTEKkan ....
Jarang sekali ditemukan bahwa seseorang mempunyai 100% satu Jenis karakteristik pada dirinya. Biasanya akan merupakan campuran dari beberapa karakteristik, namun tentunya ada yang dominan dari antara campuran tersebut.
Cobalah lakukan pengamatan secara diam-diam (agar perilaku si obyek tidak terpengaruh dan masih bisa dianggap orisinil).
Atau barangkali, akan lebih baik untuk menganalisa diri kita sendiri terlebih dahulu ? Dalam hal ini kita perlu menjaga obyektivitas diri.

1. Cobalah buat tabel matriks dengan menyusun kolom horizontal paling atas sebagai skala 1 sampai 4, dengan ketentuan :
  • skala 1 = karakteristik ini hampir tidak pernah tampak pada perilaku sehari-hari 
  • skala 2 = karakteristik ini sesekali tampak pada perilaku sehari-hari
  • skala 3 = karakeristik ini cukup banyak tampak pada perilaku sehari-hari
  • skala 4 = karakteristik ini sering dan dominan terlihat pada perilaku sehari-hari
2. Kolom vertikal paling kiri diisi dengan 6 baris susunan jenis karakteristik yang disebutkan di atas.

3. Mulailah isi kotak-kotak dalam tabel matriks tersebut dengan skala kekuatan dari masing-masing karakteristik.

4. Temukanlah 3 karakteristik yang mempunyai kekuatan terbesar dari ke-6 karakteristik yang ada.

5. Cobalah untuk mengkorelasikan temuan pada langkah ke-4 tersebut di atas dengan situasi yang sedang dihadapi saat ini (misalnya, situasi di pekerjaan, di kegiatan rutin kelompok, dsb).

Selamat mencoba .....

The responsibility is mine !

Many people still have difficulties to define or explain about responsibilities in their jobs.
This may lead to a problem of leadership when they need to build a team with clear tasks and responsibilities.

Let's make it clear ! Let's join the group of "potential leaders" to find a better understanding about responsibility.

Strong organization may lead the teams into great teamwork and furthermore to a better improved strategies toward a greater and brighter company.

.