Tampilkan postingan dengan label personal touch. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label personal touch. Tampilkan semua postingan

Pen-DELEGASI-an Yang Efektif

 

Dalam lomba lari estafet 4 x 100 meter, pelari pertama harus menyerahkan tongkat estafet ke pelari berikutnya, dan seterusnya. Serah-terima ini merupakan simbol dari RASA PERCAYA yang diberikan oleh seorang pelari ke pelari lainnya di dalam sebuah tim.

Di dalam dunia kerja, RASA PERCAYA dari atasan ke bawahannya ataupun antara sesama rekan kerja, juga diperlukan!

Pernahkah Anda, sebagai seorang Manager mendelegasikan pekerjaan atau tugas kepada bawahan dan hasilnya tidak memuaskan, bahkan seringkali bermasalah?

Salah satu penyebab dari masalah tersebut adalah karena cara mendelegasikan yang tidak benar. Beberapa Manager ada yang mendelegasikan pekerjaan atau tugas ke bawahannya dengan cara menjelaskan dengan rinci CARA MENGERJAKANnya.

Yang sangat disarankan, dan juga dinyatakan sebagai cara yang benar, adalah agar Anda mendelegasikan pekerjaan atau tugas dengan menjelaskan secara rinci dan spesifik mengenai hasil yang Anda inginkan, dan bukan mengenai rincian cara-cara mengerjakannya.

Berikanlah kesempatan bagi bawahan atau staf Anda untuk memikirkan cara-cara atau langkah-langkah untuk menyelesaikannya dengan menggunakan kreativitasnya sendiri. Yang perlu Anda jelaskan adalah hasil yang dinginkan, serta rambu-rambu (= yang mana yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan) yang jelas.

Kalau bawahan atau staf kita berhasil menyelesaikannya dengan menggunakan kreativitasnya sendiri, mereka akan merasa lebih puas atas keberhasilannya. Tingkat kepuasannya akan berbeda apabila mereka hanya menjalankan rincian langkah-demi-langkah instruksi dari Anda. Sebaliknya jika setelah melaksanakannya dan hasilnya ternyata tidak memuaskan, mereka bisa saja mengangkat tangan dengan berkata, "Saya sudah melakukan apa yang Bapak/Ibu instruksikan!".

Jadi berikan kesempatan pada mereka untuk berkreativitas, dan Anda dapat memberi kesempatan juga ke pada mereka untuk datang menemui Anda apabila ada yang kurang jelas atau ketika mereka membutuhkan saran dari Anda.

Jadi kita dapat simpulkan bahwa agar pendelegasian Anda efektif, cobalah beritahukan secara rinci dan jelas mengenai hasil yang Anda inginkan serta rambu-rambunya, tetapi berilah keleluasaan pada mereka untuk memutuskan bagaimana melakukannya.

Untuk membantu pemantauan pelaksanaan tugasnya, Anda dapat menentukan kondisi-kondisi atau indikator tertentu sebagai pemantauan progres perkembangannya. Pertemuan secara periodik untuk mendapatkan laporan dengan bukti-bukti data dari bawahan atau staf Anda juga merupakan hal yang baik untuk dilakukan.

Selamat mencoba dan berkreativitas!

PENGANTAR - The Chosen Leader


Berkeinginan berkarir untuk menduduki posisi di jajaran Top Management adalah impian dari banyak orang. Tetapi sayangnya tidak semua orang yang mempunyai impian tersebut berhasil mencapai apa yang diimpikannya itu.

Yang menjadi masalah bukanlah karena ketidak-mampuan diri, tetapi lebih banyak pada pola-pikir pribadi yang tidak menunjang usaha untuk meraih impian tersebut.

Pola pikir yang mudah menyerah, kecewa akan masa lalu yang berkali-kali menghadapi kegagalan, ketakutan akan menghadapi masalah yang tidak mampu diselesaikan, rasa rendah diri ketika melihat keberhasilan orang lain, dan masih banyak lagi .....

Percayalah bahwa dengan tekad yang kuat, motivasi diri yang tinggi, kesabaran yang panjang, impian kita itu dapat diraih, asalkan pola pikir kita sedikit demi sedikit harus diubah dan berani melangkah setapak demi setapak.

Dengan perjuangan yang kadang terasa sangat berat, kadang dengan air mata, itu bisa Anda raih!

Silakan klik untuk video-video leadership & motivasi lainnya di https://www.youtube.com/channel/UCQEME7gqkIadVsutlbJ9Nng

Semoga bermanfaat .... selamat berubah! 

Apa kata Jack Ma mengenai Peluang (Opportunity)


 Pagi ini saya tertarik pada sebuah cuplikan video dari interview dengan Jack Ma.

Kalau diterjemahkan, kira-kira begini intinya ...

Jangan mengejar target untuk menjadi yang terbaik, tetapi berusahalah untuk menjadi yang pertama.
Menjadi pertama yang berani berubah ..
Menjadi pertama yang berani mengambil tantangan ..
Menjadi pertama yang berani menghadapi dan berjuang mengatasi masalah ..

Karena setiap orang adalah diciptakan sebagai pribadi yang unik!
Hadapilah dunia ini dengan menjadi dirimu.
Dunia ini, dari dulu, sekarang dan bahkan 30 tahun ke depanpun akan penuh tantangan dan kesempatan (= peluang = opportunity).
Bagaimana menghadapinya, itu selalu tergantung pada dirimu sendiri = tergantung bagaimana kamu memandang tantangan tersebut.
Tantangan bisa menjadi kesempatan atau peluang atau opportunity.
Peluang atau kesempatan selalu ada di dalam sebuah tantangan.
Peluang atau kesempatan selalu ada di balik sebuah keluhan atau complaint.
Semakin besar tantangannya, semakin besar pula peluang atau kesempatan untuk menjadi yang lebih baik.

Dunia ini akan terus berubah, perkembangan teknologi akan terus terjadi.
Hadapilah hidup ini dengan selalu berpikir positif dan melihat peluang untuk menjadi yang lebih baik.
Nikmatilah hidup dengan menjadi bahagia melalui cara hidup yang sehat!

Salam Semangat!

2 Bagian Nasihat


Pada awalnya nasihat sang mentor kepada si pekerja adalah bahwa untuk mengembangkan kemampuannya, si pekerja harus menerapkan perilaku "bicara sedikit dan melakukan atau bertindak lebih banyak".
Hal ini berhasil dilaksanakan oleh si pekerja dan kemampuannya semakin baik.

Kemudian suatu saat si pekerja mendapatkan kenyataan bahwa mereka yang baru masuk kerja mendapatkan kenaikan upah yang lebih baik daripada dirinya.
Nasihat sang mentor adalah bahwa si pekerja perlu mengambil cuti.
Dan ketika si pekerja cuti, perusahaan baru merasakan banyak tugas yang belum dapat digantikan oleh pekerja lain, sehingga ketika dia masuk, upahnya dinaikkan.

Si pekerja senang dan menyampaikan hal itu ke sang mentor, namun belum sempat sang mentor menambahkan nasihatnya, si pekerja sudah pergi dengan hati yang gembira.
Selanjutnya, setiap bulan ketika si pekerja merasa bahwa pekerjaannya dapat diselesaikan dengan baik dan dirinya merasa pantas untuk mendapatkan penghargaan, maka agar diperhatikan oleh pimpinannya, si pekerja memaksa untuk mengambil cuti dengan berbagai alasan. Hingga suatu saat sekembalinya dari cuti yang sudah ke sekian kalinya, dia mendapati bahwa dirinya mengalami pemutusan hubungan kerja.

Si pekerja kemudian bertemu dengan sang mentor dan mengadukan hal yang dialaminya.
Sang mentor menyayangkan hal itu dapat terjadi, karena seandainya pada pertemuan sebelumnya, si pekerja mau meluangkan waktu untuk mendengarkan nasihat tambahannya, belum tentu hal itu dapat terjadi.
Apa nasihat tambahan sang mentor?
Bahwa yang dilakukan si pekerja dengan mengambil cuti, memang merupakan suatu solusi agar dia dapat lebih diperhatikan oleh pimpinannya. Tetapi seperti halnya perlengkapan (misalnya bohlam lampu) yang apabila sudah berkali-kali tidak dapat berfungsi dengan baik, maka besar kemungkinan perlengkapan itu akan diganti.
Jadi, kalau si pekerja terlalu sering untuk mengambil cuti, maka hal itu akan dapat mengacaukan ritme aktivitas pekerjaan di perusahaan tersebut, maka  bukan tidak mungkin suatu saat dirinya akan digantikan oleh orang lain.

5 Hal Penting Yang Membentuk Mental Seorang Pemenang

Dalam buku "Think Like A Champion", Donald Trump menuliskan beberapa tips untuk meraih kesuksesan dengan mental seorang pemenang. Lima hal terpenting di antaranya adalah :

1. Inovasi

Inovasi lahir dari pemikiran yang kreatif. Banyak tren di masyarakat berasal dari pemikiran-pemikiran sederhana namun kreatif.
Kita perlu melatih pemikiran kita agar selalu menjadi positif dan penuh kreativitas. Orang lain bisa saja menertawakan atau bahkan menghambat ide-ide kreatif kita, namun janganlah hal itu mematikan semangat untuk berubah menuju arah yang lebih positif.

2. Berpikir Cepat
Berpikir dengan cepat namun tenang, adalah hal yang penting. Untuk dapat berpikir cepat, kita perlu membiasakan diri agar tetap fokus dan waspada setiap saat.
Wawasan yang luas akan dapat menambah perbendaharaan kita dalam mencari solusi atas situasi dan kondisi yang kita hadapi.

3. Totalitas
Adalah penting untuk mempunyai totalitas dalam setiap hal yang kita kerjakan, artinya melakukan dengan sepenuh hati dan sebaik mungkin, tanpa perlu adanya dorongan atau pengawasan dari orang lain.

4. Berpikir Dan Bertindak Seperti Seorang Juara
Para pemenang selalu berpikir besar, melakukan aktivitas dengan disiplin, kerja keras, serta tidak mudah jatuh dalam keputus-asaan ketika mengalami kegagalan. Semua itu dilakukan dengan semangat melakukan yang terbaik.

5. Peka Terhadap Potensi Diri dan Peluang
Kepekaan dalam menilai kemampuan atau potensi diri diperlukan agar kita mengetahui apa yang diperlukan untuk membuat diri kita terus bertumbuh dan berkembang menuju hidup yang berwawasan luas.
Ketika dihadapkan dengan peluang yang bagus, berbekal potensi diri yang terus bertambah, kita akan menjadi lebih percaya diri untuk menyambar peluang-peluang yang ada.

Lima hal tersebut di atas, paling tidak diharapkan dapat mulai membentuk mental kita menjadi mental seorang pemenang. Sebab mental pemenang yang tertanam kuat dalam diri kita akan mendorong kita untuk selalu maju dan menghadapi tantangan permasalahan yang ada.

Tuntutan kebutuhan hidup yang semakin hari semakin sulit dikendalikan, bisa saja merongrong kehidupan sehari-hari kita. Jatuh bangun yang telah berhasil kita lalui justru mempunyai nilai tersendiri yang berharga untuk membentuk karakter, kecakapan dan pola pikir yang tak pernah menyerah !


Ketika orang lain di sekitar kita mencari solusi melalui cara-cara yang negatif karena tidak mampu untuk mengendalikan dirinya, pada saat itulah kita yang bertahan terus melakukan hal-hal positif bermodalkan mental pemenang, justru dapat menjadi contoh dan panutan bagi orang lain.
Selamat memenangkan perjuangan hidup dengan mental pemenang !



5 Cara Untuk Mengubah Penolakan Menjadi Langkah Menuju Keberhasilan

Berapa banyak dari kita sebagai profesional yang mesti berjuang untuk mengatasi rasa takut untuk ditolak oleh orang lain. Contoh ditolak di sini misalnya, ide kita ditolak, niat baik kita ditolak, harapan kita ditolak, dan sebagainya.
Rasa takut ditolak tersebut tentunya akan dapat mengurangi efektivitas kerja kita.
Mengatasi rasa takut tersebut adalah suatu awal yang baik, namun untuk menjadi profesional yang sukses kita perlu belajar bagaimana mengubah penolakan tersebut menjadi salah satu sarana untuk mencapai tujuan kita.

Ada 5 cara untuk mengubah penolakan menjadi sarana untuk meraih keberhasilan :

1. Berusaha Untuk Mengetahui Apa Penyebab Penolakan Yang Sesungguhnya
Dengan mengetahui apa penyebab yang sebenarnya, kita akan dapat lebih mudah untuk mencari kemungkinan jalan keluarnya. Umumnya penyebab penolakan dapat dikelompokkan seperti di bawah ini.
> Walaupun kita berpikir bahwa ide kita merupakan ide yang cemerlang, namun karena ide kita sering ditolak, seringkali ditemukan bahwa kita BERPIKIR atau BERASUMSI bahwa seolah-olah PENDAPAT PUBLIK menyatakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada diri kita.
> Ketika perhatian kita pada suatu hal yang sungguh-sungguh menjadi fokus EMOSIONAL kita, ternyata diabaikan oleh orang lain, seringkali karena faktor emosi kita tersebut, seolah-olah kita merasa ditolak dengan diremehkan.
> Ketika seseorang YANG KITA KAGUMI DAN HARGAI ternyata tidak memberi respon seperti yang kita harapkan, seringkali kita merasa seolah-olah terjadi penolakan yang sangat berat untuk kita tanggung akibat rasa kecewa kita.

2. Gunakan Cara Berpikir Positif
> Ketika pendapat publik seolah-olah menyatakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan diri kita karena begitu banyak penolakan pada ide kita, cobalah untuk memperhatikan apa yang dialami orang lain yang melakukan hal serupa seperti kita. Misalnya, sudah menjadi hal yang biasa ketika seorang tenaga penjualan harus menelpon sampai ratusan bahkan ribuan kali untuk bisa mendapatkan satu transaksi.
> Ketika faktor emosi yang berperan, cobalah untuk berpikir bahwa walaupun ide atau penawaran kita ditolak oleh seseorang, sebenarnya orang tersebut tetap bisa menjadi kawan kita. Dan mungkin apabila sudah lebih lama menjadi kawan, mungkin orang tsb akan lebih mengenal diri kita, sehingga apa yang menjadi perhatian kita bisa menjadi perhatiannya juga.
> Ketika penolakan datang dari orang yang kita kagumi, cobalah berpikir bahwa dia juga sebenarnya sama seperti kita, dan setiap orang adalah unik atau tidak sama, demikian juga dengan pola pikirnya. Masih banyak hal lain yang mungkin mempunyai pola pikir yang serupa dengan kita.

3. Pelajari Kegagalan Yang Pernah Terjadi dan Perbaiki

Pernah terjadi, sebuah perusahaan menyediakan minuman Coca-Cola untuk menjamu tamu-tamu eksekutif dari Pepsi-Cola yang datang untuk mendiskusikan sebuah ide transaksi bisnis. Kejadian tersebut menyebabkan suasana pertemuan menjadi kurang nyaman.

4. Pahami Bahwa Kegagalan Merupakan Batu Loncatan Menuju Keberhasilan
Kegagalan dapat mempunyai 2 kesimpulan, akan menjadi sesuatu yang positif apabila kita menyimpulkan bahwa itu hanyalah suatu hasil dari suatu aktivitas, dan sebagai tahapan kita belajar dan menambah pengalaman, maka kita akan tetap termotivasi untuk melakukan aktivitas yang sama namun dengan cara atau persiapan yang lebih baik.

5. Asah Kemampuan Berpikir dan Kembangkan Kreativitas
Apabila penolakan atas suatu hal terjadi berulang-ulang, cobalah berpikir untuk menggunakan pendekatan yang berbeda, atau cobalah untuk mengemas hal yang akan diajukan  secara lebih kreatif. Tambahkan wawasan kita melalui membaca dan mendengarkan topik serupa dari berbagai media yang ada.
[ Cited from Sales Source by Geoffrey James ]

Kado Natal Nadya

Suatu sore menjelang malam Natal, di rumah kecil milik sebuah keluarga yang sedang mengalami krisis keuangan yang amat dalam. Seorang anak perempuan berumur 5 tahun, Nadya, membungkus sebuah kado Natal dengan kertas kado berwarna merah lengkap dengan pita emasnya yang harganya cukup mahal, yang baru dibelinya dengan uang tabungannya.
Setelah selesai, dengan sukacita kado itu diletakkannya di dekat pohon Natal kecil yang tanpa hiasan maupun lampu kerlap-kerlip.
Tidak lama kemudian, sang ayah yang bekerja sebagai buruh bangunan dan sang ibu yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga, pulang dengan membawa penat dan lelah karena bekerja seharian penuh. 

Melihat ada sebuah kado yang dibungkus kertas warna merah dengan pita emas, yang nampaknya cukup mahal harganya, merekapun bertanya-tanya dalam hatinya. Sang ayah segera mengambil kado itu dan membaca tulisan di atasnya ... "Untuk Papa dan Mama, selamat Natal" ....dan di bagian bawahnya tertera nama Nadya. Dibukanya kado itu, dan di dalamnya hanya ditemukan kotak yang kosong.
Sang ayah tidak dapat menahan emosinya. Walaupun sang ibu telah berusaha menenangkannya, tetap saja ia memanggil dan memaksa Nadya yang sedang mengintip di balik tirai penutup pintu kamar, untuk segera datang menemuinya.
Nadya kaget dan menangis ketika sang ayah memarahinya karena mengeluarkan uang tabungannya hanya untuk membeli kertas kado yang cukup mahal itu. Sang ayah memarahinya karena merasa telah bekerja sangat keras mengumpulkan uang sedikit demi sedikit dan menyisihkan sebagiannya untuk tabungan masa depan Nadya, dan merasa bahwa Nadya sangat tidak bijaksana karena dengan mudah membelanjakan sebagian uang tabungannya hanya untuk membeli kertas kado merah dengan pita emas untuk membungkus sebuah kotak kosong.
Dalam pelukan ibunya, Nadya kecil itu memandang ayahnya sambil berlinang air mata dan berkata, "Oh Papa, Nadya minta ampun. Nadya cuma ingin memberi kado Natal untuk Papa dan Mama seperti anak-anak lain. Sebenarnya kotak kado itu tidak kosong. Tadi Nadya sudah memasukkan banyak ciuman-ciuman ke dalamnya. Nadya mengisi kotak itu sampai penuh dengan rasa sayang, semuanya untuk Papa dan Mama."
Sang ayah tertegun ketika mendengar jawaban anaknya, dan hatinyapun hancur.
Dengan segera ia menghampiri dan memeluk gadis kecilnya dan sambil meneteskan airmata ia meminta maaf.

Sejak malam Natal itu, sang ayah menyimpan kotak yang terbungkus kertas warna merah dengan pita emas itu di samping tempat tidurnya selama bertahun-tahun. Kapan saja ia merasa tawar hati, ia mengambil dan membuka kotak itu, dan mengambil sebuah ciuman dari dalamnya sambil mengingat kasih sayang dari Nadya. 
[ Source : 100 Touching Stories by XQP ]

Tahun yang Penuh Harapan ... !


Sebentar lagi kita akan menerobos waktu pergantian tahun dan masuk ke tahun 2013.
Banyak peristiwa terjadi di tahun 2012, banyak kenangan manis tetapi juga banyak kepahitan atau kegagalan yang kita alami.
Banyak orang berkata bahwa kegagalan itu menyakitkan dan membuat mereka menjadi depresi, bahkan ada yang menjadi mudah emosi dan mulai membenci orang lain  atau bahkan pekerjaannya.

Tetapi sebelum kita memasuki tahun 2013, mari coba kita ubah cara pandang kita terhadap yang namanya 'kegagalan'.
Coba pandang 'kegagalan' itu sebagai sebuah hasil dari suatu aktivitas atau peristiwa. 

Jangan pandang 'kegagalan' sebagai sesuatu yang baik atau buruk, melainkan sebagai sesuatu yang netral .... hanya sebagai hasil dari suatu aktivitas !

Status dari 'hasil' tersebut dapat kita buat menjadi baik apabila kita dengan bijaksana belajar dari kejadian tersebut dan menjadikannya sebagai pengalaman berharga dalam kehidupan kita. 
Sebuah pengalaman berharga yang belum tentu semua orang dapat mengalami dan memilikinya.

Namun 'hasil' tersebut juga dapat menjadi sesuatu yang buruk, apabila kita memikirkannya sebagai sesuatu yang personal, sesuatu yang seolah-olah merupakan cerminan diri kita seutuhnya.


Seorang profesor, yang bernama Hayakawa, menyampaikan bahwa pada dasarnya ada dua jenis orang.
Jenis yang pertama adalah mereka yang ketika mengalami kegagalan, kemudian berkata, "Saya gagal melakukan hal itu !" atau "Saya gagal pada peristiwa itu !".

Dan jenis yang kedua adalah mereka yang ketika mengalami kegagalan kemudian berkata, "Saya adalah orang yang gagal !".
Perkataan dari orang jenis ke-2 ini lebih merupakan perkataan menyerah, ... perkataan yang seolah-olah hanya mempunyai semangat awal dan kemudian kalah sebelum memulai sesuatu.
Ini adalah suatu cara berpikir yang salah, yang dapat membawa kita pada rasa putus asa seolah-olah tiada harapan.

Kenyataannya ... bukanlah pribadi kita yang gagal, tetapi hasil dari aktivitas kita yang muncul tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
Cobalah pikirkan lagi, bahwa sesungguhnya, sebagai pribadi, kita dapat melakukan aktivitas itu lagi dengan belajar dan memahami penyebab kegagalan yang pernah kita alami sebelumnya dan kemudian melakukan persiapan serta tindakan yang lebih baik.

Banyak cerita mengenai tokoh-tokoh terkenal, antara lain, Walt Disney, Michael Jordan, Thomas A. Edison, Kolonel Sanders, Soichiro Honda, dan masih banyak lagi, yang harus mengalami berkali-kali kegagalan, sebelum mereka mencapai sesuatu yang disebut dengan keberhasilan ! 
Anda dan saya sama dengan mereka ketika kita berpikir bahwa kita bukanlah pribadi yang gagal ! Karena tujuan hidup kita bukanlah untuk menjadi seseorang yang gagal !

Akhirnya, keberanian dan ketekunan jugalah yang akan menuntun kita pada keberhasilan ! 


Selamat memasuki Tahun yang Baru .... Tahun 2013 akan menjadi Tahun Perubahan dan Percepatan .... Tahun yang dipenuhi dengan ide-ide baru yang segar dan dinamis ... penuh warna kreativitas !!

Let Go ....

"Love Canal" adalah sebuah terusan yang letaknya berdekatan dengan Niagara Falls. Tempat ini pernah menjadi perhatian dunia ketika di sana ditemukan 21.000 ton limbah beracun.
Setelah ditelusuri, ternyata ditemukan bahwa sebelumnya beberapa perusahaan di Amerika yang telah diberi wewenang oleh pemerintahan Amerika menguburkan produk-produk sampah beracun di bawah tanah.
Walaupun sampah beracun tersebut sudah dimasukkan ke dalam wadah logam dan ditutup rapat-rapat, serta menguburkannya jauh di dalam tanah, ternyata setelah beberapa waktu, wadah tersebut mulai bocor dan sampah beracun mulai merembes ke permukaan.
Deteksi awalnya adalah ditemukannya kelahiran anak-anak di sekitar daerah itu yang mengalami cacat, dan cukup banyak orang yang meninggal karena kanker.
Setelah hal itu dipublikasikan di majalah Niagara Falls Gazette pada tahun 1976, maka dilakukan investigasi dan revitalisasi lingkungan kembali. Namun demikian, hal itu sudah dikenang sebagai tragedi lingkungan terburuk di sepanjang sejarah Amerika.

Cerita ini mengingatkan bahwa walaupun sampah-sampah beracun tersebut sudah diletakkan di dalam wadah yang kuat serta ditempatkan jauh di bawah permukaan, namun seiring dengan berjalannya waktu, terjadi kebocoran dan akhirnya memberi dampak negatif pada lingkungannya.
Hal ini identik dengan kita, peristiwa-peristiwa yang menyakitkan hati akan seperti akar pahit yang pada awalnya tersimpan jauh di dalam lubuk hati yang terdalam. Suatu saat, akar pahit itu akan dapat menimbulkan efek yang merusak bagi diri kita sendiri maupun bagi orang-orang di sekitar kita.
Efek akar pahit itu dapat merembes keluar melalui kemarahan, depresi, perasaan tidak berharga, sikap atau omongan yang kasar, ataupun sikap negatif lainnya.

Dibutuhkan waktu dan kepedihan untuk mencoba menggali akar pahit itu kembali, namun setelah akar pahit itu ditemukan, yang perlu dilakukan adalah memberi memaafkan diri kita dan orang yang terlibat di dalamnya, serta melepaskannya dengan berpikir positif bahwa "semua itu terjadi atas perkenanan Yang MahaKuasa, agar kita menjadi lebih dewasa dalam menghadapi hidup ini, dan dapat menjadi sumber inspirasi serta motivasi bagi orang lain".
John C Maxwell pernah berkata, "Bukanlah kegagalan jika lain kali Anda dapat melakukannya dengan lebih baik".


Hati vs Prestasi


Banyak orang berkata bahwa hati adalah pusat kehidupan dan tindakan manusia.
Dari hatilah kualitas diri manusia tampak nilainya.

Ketika kita bekerja dengan hati tulus, kemauan kita akan lebih kuat dan pikiran kita akan semakin tajam,  sehingga kita menjadi lebih poduktif.
Itu karena adanya dorongan dari hati yang menggerakkan pikiran, kemauan dan tindakan kita.
Hati yang tulus akan mendorong kita untuk selalu berusaha memberikan yang terbaik.
Bahkan ketulusan itu seringkali nampak dengan sendirinya di wajah kita, dan hal itu sungguh akan menenteramkan orang yang bekerja bersama kita.

Demikian juga sebaliknya, hati yang "panas" cenderung membuat kita berperilaku menjadi ketus dan penuh prasangka.

Kalau Anda ingin meraih prestasi dalam segala aktivitas, cobalah kendalikan hati, karena bekerja dengan hati yang tulus cenderung akan menghasilkan sesuatu yang lebih bernilai dan berkualitas !

2 Hal Utama Yang Harus Ditaklukkan !


Ada dua penyebab utama yang pada umumnya membuat kita gagal ketika sudah berani bertindak untuk mulai melakukan langkah positif untuk meraih impian / visi kita :
  1. Tidak tahan terhadap cemooh, kritik dan pandangan negatif dari orang-orang di sekitar kita.
  2. Merasa tidak sanggup karena meragukan kemampuan diri.
Janganlah hendaknya kedua hal tersebut di atas menggantikan tekad positif kita dengan kecemasan dan pesimis yang pasrah mengasihani diri sendiri.
Ayo terus berusaha dan terus mencoba dengan berpikir positif !
Ayo kita jalani hari-hari yang ada dengan tekad, keberanian, keyakinan, dan kesiapan menghadapi tantangan !
Bersyukurlah pada Sang Pencipta bahwa setiap kita diciptakan unik dan diperlengkapi dengan berbagai keahlian dan kreativitas.  
Demikian juga halnya dengan diri Anda dan saya !

8 ALASAN Menuju Hidup Yang Tanpa Tujuan


8 Alasan yang paling sering dikemukakan ketika pertanyaan "Mengapa Anda tidak bersemangat mengejar impian tujuan hidupmu ?"

  • Sebagian orang tidak mempunyai keyakinan yang kuat bahwa tujuan hidupnya dapat dicapai. Umumnya semangat juangnya sudah menurun seiring dengan berjalannya waktu. Kemungkinan tujuan yang ditetapkannya cukup "tinggi" dan tidak disertai dengan tahapan-tahapan yang semestinya disusun sebagai "batu loncatan".
  • Sebagian orang tidak mengetahui bagaimana cara untuk menyusun sebuah rencana. Tanpa perencanaan yang baik, tujuan yang ada menjadi terasa sangat sulit untuk dicapai.
  • Sebagian orang merasa malas untuk melakukan perencanaan tersebut. Tujuan yang ditetapkannya mungkin kurang menantang, sehingga mereka tidak termotivasi dengan baik.
  • Sebagian orang mempunyai sikap "tidak peduli" dengan tujuan hidupnya. Orang-orang yang bersikap tidak peduli pada kehidupan pribadinya, bukanlah orang-orang yang menghargai dirinya sendiri.
  • Sebagian orang merasa malas untuk berusaha lebih keras untuk "mengejar" tujuan hidupnya. Tujuan yang kurang menantang bisa saja membuat mereka bersikap "mau dapat ... boleh ..., mau tidak dapat ... juga boleh ..."
  • Sebagian orang merasa bahwa mereka terlalu sibuk. Padahal kenyataannya, banyak yang karena tidak menyusun rencana, maka mereka menjadi terlalu sibuk melakukan hal-hal tanpa tujuan yang jelas, dan akhirnya menjadi seolah-olah bergerak berputar terus dalam lingkaran tak berujung.
  • Sebagian orang tidak ingin melakukannya karena pernah mengalami kegagalan sebelumnya. Luka dalam yang terjadi perlu diatasi dengan terapi yang tepat, sehingga tidak menjadi trauma yang membatasi dinamika kehidupan kita.
  • Sebagian orang sungguh-sungguh tidak mengerti apa saja yang perlu dilakukannya untuk mencapai tujuan yang diimpikannya. Mereka yang mengalami situasi ini, sangat mungkin memerlukan konseling lebih lanjut.
Hidup tanpa tujuan yang jelas identik dengan pertandingan sepak bola tanpa gawang. Kita akan menjadi sibuk mengendalikan bola, namun arah yang dituju tidak pernah menjadi jelas. Akibatnya, tidak pernah ada kata keberhasilan  dalam kamus mereka !