5 Hal Penting Yang Membentuk Mental Seorang Pemenang

Dalam buku "Think Like A Champion", Donald Trump menuliskan beberapa tips untuk meraih kesuksesan dengan mental seorang pemenang. Lima hal terpenting di antaranya adalah :

1. Inovasi

Inovasi lahir dari pemikiran yang kreatif. Banyak tren di masyarakat berasal dari pemikiran-pemikiran sederhana namun kreatif.
Kita perlu melatih pemikiran kita agar selalu menjadi positif dan penuh kreativitas. Orang lain bisa saja menertawakan atau bahkan menghambat ide-ide kreatif kita, namun janganlah hal itu mematikan semangat untuk berubah menuju arah yang lebih positif.

2. Berpikir Cepat
Berpikir dengan cepat namun tenang, adalah hal yang penting. Untuk dapat berpikir cepat, kita perlu membiasakan diri agar tetap fokus dan waspada setiap saat.
Wawasan yang luas akan dapat menambah perbendaharaan kita dalam mencari solusi atas situasi dan kondisi yang kita hadapi.

3. Totalitas
Adalah penting untuk mempunyai totalitas dalam setiap hal yang kita kerjakan, artinya melakukan dengan sepenuh hati dan sebaik mungkin, tanpa perlu adanya dorongan atau pengawasan dari orang lain.

4. Berpikir Dan Bertindak Seperti Seorang Juara
Para pemenang selalu berpikir besar, melakukan aktivitas dengan disiplin, kerja keras, serta tidak mudah jatuh dalam keputus-asaan ketika mengalami kegagalan. Semua itu dilakukan dengan semangat melakukan yang terbaik.

5. Peka Terhadap Potensi Diri dan Peluang
Kepekaan dalam menilai kemampuan atau potensi diri diperlukan agar kita mengetahui apa yang diperlukan untuk membuat diri kita terus bertumbuh dan berkembang menuju hidup yang berwawasan luas.
Ketika dihadapkan dengan peluang yang bagus, berbekal potensi diri yang terus bertambah, kita akan menjadi lebih percaya diri untuk menyambar peluang-peluang yang ada.

Lima hal tersebut di atas, paling tidak diharapkan dapat mulai membentuk mental kita menjadi mental seorang pemenang. Sebab mental pemenang yang tertanam kuat dalam diri kita akan mendorong kita untuk selalu maju dan menghadapi tantangan permasalahan yang ada.

Tuntutan kebutuhan hidup yang semakin hari semakin sulit dikendalikan, bisa saja merongrong kehidupan sehari-hari kita. Jatuh bangun yang telah berhasil kita lalui justru mempunyai nilai tersendiri yang berharga untuk membentuk karakter, kecakapan dan pola pikir yang tak pernah menyerah !


Ketika orang lain di sekitar kita mencari solusi melalui cara-cara yang negatif karena tidak mampu untuk mengendalikan dirinya, pada saat itulah kita yang bertahan terus melakukan hal-hal positif bermodalkan mental pemenang, justru dapat menjadi contoh dan panutan bagi orang lain.
Selamat memenangkan perjuangan hidup dengan mental pemenang !



Rahasia Untuk Menjadi Sukses !!


Dr.Srully Blotnick telah melakukan sebuah penelitian yang hasilnya kemudian dituangkan ke dalam bukunya yang berjudul "Getting Rich Your Own Way". Selama 20 tahun ia telah meneliti 1500 orang yang terdiri dari pria dan wanita di usia 20-an hingga 40-an.
Dari 1500 orang tersebut, ada 83 orang di antaranya yang menjadi jutawan yang sangat sukses, dan yang menarik adalah bahwa mereka tidak bermaksud menjadi kaya, namun sangat fokus pada melakukan yang terbaik dalam pekerjaannya.

Sikap untuk melakukan yang terbaik itulah yang membawa mereka ke puncak sukses.
Sebaliknya, sebagian besar orang lainnya mencoba menghasilkan banyak uang dan berfokus untuk menjadi kaya, namun justru tidak berhasil.

Bagi beberapa orang barangkali hal itu kedengarannya aneh. Bagaimana mungkin yang ingin menjadi kaya malahan berakhir dengan tidak kaya, sedangkan yang tidak bermaksud untuk kaya justru menjadi kaya ? Bukankah selama ini kita diajar untuk bermimpi dan membayangkan sebuah keberhasilan yang kita idam-idamkan ?
Bagaimana hal seperti itu dapat dijelaskan ?

Sebuah ilustrasi sederhana ini barangkali bisa membantu ....
Seorang petenis profesional, ketika bertanding mengatur fokus perhatiannya pada pola permainannya serta lawan bertandingnya. Ia tidak mengatur fokusnya pada papan skor pertandingan, karena papan skor tersebut akan mengikuti cantik atau tidaknya permainan kedua petenis tersebut.
Ia berfokus pada upaya untuk mengeluarkan permainan terbaiknya serta melakukan sedikit kesalahan. Para petenis profesional sangat sedikit yang sebentar-sebentar menoleh ke papan skor untuk melihat berapa nilai yang diperolehnya, sebab mereka memahami bahwa dengan bermain lebih bagus dari lawannya, secara otomatis nilai akan bertambah dengan sendirinya.

Hal itu tentunya diharapkan juga berlaku dalam kehidupan kita.
Fokus kita bukanlah semata-mata pada menjadi apa diri kita nanti, tetapi lebih banyak pada apa yang kita lakukan pada hari ini yang membawa dampak untuk hidup kita di kemudian hari nanti. Kita perlu melakukan yang terbaik dalam pekerjaan kita dengan memperbaharui terus-menerus dan berusaha menjadi sempurna. Apabila kita konsisten melakukan hal-hal positif tersebut, maka sangat besar kemungkinan kita akan memetik keberhasilan di masa mendatang.
Hasil selalu mengikuti tindakan, oleh karena itu berlah fokus lebih banyak untuk dapat melakukan tindakan yang terbaik yang dapat kita lakukan.

7 Prinsip Penting Dalam Membentuk Budaya Kualitas

Sekedar menyegarkan kembali pemahaman Anda mengenai TQM.
Total Quality Management atau lebih dikenal dengan TQM adalah suatu pendekatan yang digunakan suatu organisasi atau perusahaan untuk meningkatkan kontrol atas proses di produksi dan juga meningkatkan kepuasan pelanggan mereka.
Apabila di-implementasikan dengan tepat, model manajemen ini dapat menuntun kita ke arah efisiensi biaya dalam hal pemeliharaan yang bersifat korektif maupun preventif, kinerja keseluruhan yang lebih baik, serta bertambahnya pelangan yang loyal.

Namun demikian, TQM bukanlah sesuatu yang dapat diciptakan dalam satu malam ! Dalam upaya mengimplementasikan TQM, organisasi atau perusahaan perlu menggaris-bawahi filosofi yang wajib disampaikan ke seluruh departemen di dalam perusahaannya, serta di setiap tingkatan di dalam struktur manajemennya.
Salah satunya adalah mengenai 7 Prinsip Penting sebagai dasar dari segala aktivitas dalam penerapan TQM.

1. Kualitas Dapat dan Harus Dapat Dikendalikan
Banyak perusahaan mengalami kekacauan kualitas yang mengakibatkan timbulnya keluhan pelanggan yang berulang-ulang. Beberapa eksekutif memberi alasan bahwa operasional produksi mereka terlalu luas, sehingga    sulit untuk dapat mengendalikan tingkat kualitasnya secara efektif.
Langkah pertama dalam TQM adalah memahami bahwa kualitas yang buruk dalah sebuah masalah dan hal itu dapat dikendalikan.

2. Belum Tentu Orangnya Yang Bermasalah
Setiap aktivitas dapat dibagi menjadi 3 bagian utama, yaitu Input-Proses-Output. Proses tidak selalu merupakan proses produksi, tetapi juga bisa proses non-produksi, misalnya pencairan dana yang membutuhkan kelengkapan dokumen-dokumen tertentu. Apabila prosesnya yang bermasalah, maka tidak peduli berapa banyak kali Anda mengganti orang sebagai operator produksinya, masalah itu akan tetap timbul.
Segera perhatikan proses produksinya dan kemudian beri pelatihan pada orang-orang yang terkait.

3. Jangan Berfokus Pada Gejalanya, Temukan Sumber Masalahnya dan Lakukan Perbaikan
Apabila Anda selalu mengabaikan kesempatan untuk menemukan sumber masalah yang ada, atau seringkali berusaha mengelak untuk mengakui sumber masalah yang ditemukan, Anda tidak akan pernah mencapai potensi pengembangan prestasi yang maksimal.
Contohnya, perencanaan pembelian dan kedatangan bahan baku tampak tidak beraturan yang menyebabkan penimbunan persediaan bahan baku. Namun setelah ditelusuri, hal itu adalah akibat dari lemahnya perencanaan penjualan sehingga banyak Sales Purchase Order yang tidak direalisasikan oleh pelanggan.
Dalam hal ini yang perlu Anda lakukan adalah segera melakukan tindakan penyelesaian masalah bersama bagian penjualan dan pelanggan Anda.

4. Setiap Karyawan Bertanggung-Jawab Terhadap Kualitas
Setiap karyawan dalam perusahaan Anda, dari tingkat pekerjaan yang terendah sampai ke manajemen tertinggi, wajib memahami bahwa setiap diri mereka mempunyai peran penting untuk menjamin terciptanya kualitas yang tinggi dari hasil produksi dan hasil kegiatannya.
Setiap diri mereka mempunyai pelanggan untuk disenangkan, dan mereka wajib untuk berupaya dan bertanggung-jawab untuk hal itu.

5. Kualitas Harus Dapat Diukur
Sistem manajemen kualitas hanya dapat menjadi efektif apabila Anda dapat mengukur hasilnya. Mengukur berarti bahwa dapat mengkuantifikasi hasil kerja yang ditunjukkan.
Dengan mengkuantifikasikan hal itu, akan memudahkan Anda untuk menentukan target di kemudian hari, dan dapat lebih memastikan bahwa setiap departemen bekerja menuju target hasil yang sama.

6. Peningkatan Kualitas Haruslah Berkesinambungan / Terus-Menerus
TQM bukanlah sesuatu yang dilakukan sesekali dan setelah itu dapat dilupakan. Itu bukanlah hal yang sudah "selesai" ketika suatu masalah sudah berhasil diselesaikan.
Upaya Peningkatan Kualitas wajib dilakukan terus-menerus untuk menjaga kondisi yang berstandar kualitas tinggi, serta meningkatkan jumlah pelanggan yang puas dan loyal.


7. Kualitas Merupakan Investasi Jangka Panjang
Manajemen Kualitas bukanlah perbaikan mendadak. Hasil penerapan manajemen kualitas tidak selalu dapat dirasakan dalam waktu yang relatif singkat.
Perubahan pandang mengenai kualitas dapat mengubah budaya kerja di tempat Anda. Walaupun perubahan tersebut mungkin akan terasa menyakitkan, namun apabila Anda sudah berhasil menanamkan dasar-dasar pemahaman mengenai prinsip kualitas, maka hal itu akan mempermudah Anda dalam membentuk kesuksesan di waktu yang akan datang

[Cited from : Seven Important Principles of TQM by Carter McNamara]