2 Hal Utama Yang Harus Ditaklukkan !


Ada dua penyebab utama yang pada umumnya membuat kita gagal ketika sudah berani bertindak untuk mulai melakukan langkah positif untuk meraih impian / visi kita :
  1. Tidak tahan terhadap cemooh, kritik dan pandangan negatif dari orang-orang di sekitar kita.
  2. Merasa tidak sanggup karena meragukan kemampuan diri.
Janganlah hendaknya kedua hal tersebut di atas menggantikan tekad positif kita dengan kecemasan dan pesimis yang pasrah mengasihani diri sendiri.
Ayo terus berusaha dan terus mencoba dengan berpikir positif !
Ayo kita jalani hari-hari yang ada dengan tekad, keberanian, keyakinan, dan kesiapan menghadapi tantangan !
Bersyukurlah pada Sang Pencipta bahwa setiap kita diciptakan unik dan diperlengkapi dengan berbagai keahlian dan kreativitas.  
Demikian juga halnya dengan diri Anda dan saya !

Standards in Best Maintenance Practices

Dalam pelaksanaan pemeliharaan mesin atau peralatan, seringkali dibutuhkan suatu standar untuk digunakan sebagai acuan agar kita dapat menyatakan bahwa program pemeliharaan mesin atau peralatan yang telah kita laksanakan sudah terlaksana secara optimal atau belum.

Beberapa standar praktis yang sudah digunakan secara internasional adalah :
(1). 100% waktu aktivitas petugas pemeliharaan adalah harus berdasarkan work-order.
(2). 90% work-order timbul dari pelaksanaan inspeksi preventive maintenance.
(3). 30% dari total men.hours (jumlah orang pelaksana x jam pelaksanaan) adalah dari kegiatan preventive maintenance.
(4). 90% dari seluruh pekerjaan yang dilaksanakan haruslah sudah melalui tahapan perencanaan dan persiapan yang baik.
(5). Overall Equipment Efficiency (OEE) harus lebih dari 85%.
(6). Waktu lembur petugas pemeliharaan mesin atau peralatan adalah maksimum 2% dari total waktu pemeliharaan mesin atau peralatan yang telah digunakan.
(7). Pengeluaran biaya untuk pemeliharaan mesin atau peralatan harus tidak melebihi 2% dari nilai beli masing-masing peralatan.

Referensi : Ricky Smith - Executive Director of Maintenance Strategies - ASME organization.

Inventory Carrying Cost

Menurut buku "Operations Management" yang disusun oleh Heizer and Render, inventory carrying (holding) cost (di Amerika) dapat dijelaskan sebagai berikut :


Inventory Carrying (Holding) Cost adalah biaya yang "tersembunyi" ketika persediaan bahan baku ataupun barang 1/2 jadi serta barang jadi terpaksa disimpan tanpa transaksi penggunaan.
Dasar pemahamannya adalah cara berpikir seolah-olah kita menyewa suatu luasan per meter persegi untuk menyimpan bahan baku dan barang 1/2 jadi dan barang jadi kita.

Berdasarkan jenis kelompoknya, biaya rata-rata (average cost) yang dinyatakan dalam persen dari nilai persediaan (inventory value) :

1. Housing costs, seperti misalnya, biaya sewa bangunan, depresiasi, biaya operasional, dan pajak serta persediaan; rata-rata mencapai 6% (rentang persentase normal = 3 - 10%).

2. Biaya Penanganan Material (handling costs), termasuk juga, peralatan dan perlengkapan, sewa atau depresiasi, biaya energi dan bahan bakar, dan biaya operasional; rata-rata mencapai 3% (rentang persentase normal = 1 - 3,5%).

3. Biaya Tenaga Kerja (Labor cost) yang timbul dari penanganan tambahan/ekstra; mencapai 3% (rentang persentase normal = 3 - 5%)

4. Biaya Investasi (Investment costs), misalnya biaya peminjaman, pajak, dan asuransi atas persediaan; mencapai 11% (rentang persentase normal = 6 - 24%)

5. Biaya Kerugian akibat pencurian, material yang terbuang akibat persiapan operasional, dan akibat usia penyimpanan / kadaluwarsa; mencapai 3% (rentang persentase normal = 3 - 5%)

Sehingga TOTAL (Overall) carrying cost dapat mencapai 26% dari nilai persediaan (inventory value).

Catatan :
Persentase tersebut adalah pendekatan, karena nilai tepatnya tergantung pada jenis usaha, lokasi, tingkat bunga pinjaman pada saat tersebut.
Dalam kenyataannya, seringkali inventory holding (carrying) cost dalam setahun dapat mencapai angka 40% dari nilai persediaan.
Banyak perusahaan bahkan membuat estimasi inventory carrying (holding) cost terlalu kecil sehingga terlambat dalam mengantisipasinya.

Semoga bermanfaat ...