Cukup Efektif-kah TEAM Anda?


Di dalam dunia yang penuh oleh perubahan ini kita semakin dituntut untuk menyelesaikan tugas pekerjaan kita dengan lebih cepat, karena antara lain :
(1) Ekspektasi pelanggan yang meningkat
(2) Tuntutan pasar dan produk yang lebih kompleks
(3) Bertambahnya ketidak-pastian komersial (= situasi pasar yang dapat berubah sewaktu-waktu)
(4) Semakin ketatnya persaingan usaha, peraturan-peraturan yang berlaku dan isu-isu lingkungan.

Tuntuan tersebut di atas mendorong kita untuk menyusun langkah-langkah dengan menggunakan kombinasi keahlian, pengalaman dan pertimbangan ; memecahkan hambatan koordinasi antar departemen di dalam suatu organisasi, sambil memelihara hubungan yang baik dengan para pelanggan. 

Kendalanya adalah bahwa kita tidak dapat melakukan itu sendiri, dan kabar bagusnya adalah dengan membentuk TEAM, kita mempunyai peluang untuk merealisasikan langkah-langkah tersebut.

Sebelum membedah lebih dalam mengenai TEAM, ada baiknya kita memahami perbedaan yang sering ditemukan di dalam "Kelompok yang Bekerja-sama / Co-operative Group" dengan "TEAM", antara lain :

Co-operative Group : Orang-orang berkumpul untuk bekerja bersama
TEAM : Orang-orang berkumpul untuk bekerja bersama dengan saling percaya

Co-operative Group : Informasi tidak di-share secara terbuka, karena rasa percaya dan keterbukaan masih terbatas
TEAM : Informasi di-share secara terbuka ke seluruh anggota, karena tingkat percaya dan keterbukaan sudah menyatu, sehingga setiap anggota berprinsip bersama untuk saling membantu

Co-operative Team : Dalam hal pencapaian obyektif tugasnya, setiap anggotanya cenderung lebih memikirkan departemennya masing-masing
TEAM : Setiap anggota memberi kontribusinya untuk mencapai obyektif/tujuan bersama, sambil meminimalisir kemungkinan dampak negatif bagi masing-masing departemen terkait

Sebuah TEAM yang dapat bekerja bersama secara efektif merupakan TEAM yang potensial yang dapat, antara lain :
  • mencapai hasil yang lebih baik dari pencapaian individu yang bekerja sendiri
  • berpikir, berdiskusi dan bertindak lebih fleksibel dari kelompok yang besar
  • memberi gagasan dan ide yang lebih luas daripada seorang individu
  • dengan saling percaya dan keterbukaan, bekerja dengan saling membantu dan menutupi kelemahan masing-masing individu
  • membangkitkan motivasi yang lebih kuat daripada bekerja seorang diri
  • memperluas area yang dieksplorasi sambil memperkecil resiko yang mungkin akan dihindari ketika bekerja seorang diri
Untuk membentuk TEAM yang dapat bekerja efektif bukanlah sederhana. Di dalam dunia kerja yang penuh tantangan, banyak TEAM sudah dibentuk berdasarkan berbagai macam alasan dan kebutuhan, namun tidak semuanya berhasil, karena hal itu berhubungan erat dengan berbagai karakter orang. Dalam hal ini tantangan seorang Leader, bukanlah hanya membangun sebuah team saja, tetapi lebih pada mengidentifikasi dan menjadi mentor bagi orang-orang sebagai anggota team-nya, membangun kondisi yang harmonis dalam bekerja-sama dan secara konsisten menjaga agar team tetap fokus pada obyektif yang telah ditetapkan, yang seringkali harus dilakukan dalam periode waktu tugas yang relatif singkat.

Jika Anda ingin menggali lebih dalam mengenai BAGAIMANA MENYUSUN & MEMBENTUK TEAM YANG EFEKTIF , atau bahkan ingin didampingi dalam melakukannya, kami di BWI (= Bright World International) siap membantu Anda, baik secara individu maupun perusahaan, dalam memberikan bimbingan konsultasi dan pendampingan berdasarkan pengalaman praktis yang telah kami lalui di berbagai bidang manufaktur.

Silakan menghubungi kami:

Bright World International
Email : exousia.edu@gmail.com
HP (WA) : +62.898.958.3722

Sikap sang Pemimpin

Masih ingat dengan seseorang pemimpin yang mendapat nama julukan Alexander The Great ..?
Suatu ketika ia harus memimpin pasukannya melintasi gurun pasir yang panas dan kering dan setelah dua minggu dalam perjalanan tersebut, maka persediaan airpun menipis.
Mereka sudah lelah dan kehausan, namun demikian Alexander tetap memimpin pasukannya untuk terus berjalan dengan penuh semangat.
Pada suatu siang yang terik, dua orang anggota pasukannya datang menemuinya dengan membawa semangkuk air yang mereka ambil dari sebuah kolam yang hampir kering.
Air dalam kolam itu tidaklah cukup untuk seluruh pasukannya.
Ketika mengetahui hal itu, Alexander-pun berkata, "Aku tidak akan meminum air ini sendiri sekarang, sementara kalian kehausan. Hai prajuritku, simpanlah air itu dan kumpulkanlah bersama sisa air yang lain sebagai persediaan kita. Kita akan menggunakan air itu pada saatnya nanti."

Alexander bukanlah seorang pemimpin yang egois, yang menjalankan kekuasaannya berdasarkan ego dan kepentingannya sendiri. Dalam keadaan yang tidak baik, ia memikirkan orang-orang yang dipimpinnya, meskipun ia adalah seorang raja yang tentunya berhak dilayani.
Inilah contoh dari seorang pemimpin yang dimotivasi oleh tanggung-jawabnya, ia mengedepankan kepentingan bersama meskipun harus mengorbankan keinginannya sendiri. Itulah sosok seorang pemimpin yang memiliki integritas.
Seorang pemimpin harus memiliki kemauan keras, namun bukan karena egois atau keras kepala, tetapi kemauan kuat untuk melakukan apa yang harus dilakukan demi kebaikan dan kemajuan bersama.

Bagaimana dengan Anda ?
Ya ... Andapun dilahirkan untuk menjadi seorang pemimpin !
Oleh sebab itu, milikilah kepekaan hati dan semangat diri untuk mengupayakan segala sesuatu yang baik bagi anak buah Anda. layanilah mereka dengan ketulusan dan kerendahan hati.
Jadilah seorang pemimpin yang berkenan di mata TUHAN !

Sales Promotion ...... Yang Mana Yang Masih Efektif ?


Seperti yang telah kita ketahui, STRATEGI Promosi Penjualan (= Sales Promotion) dapat dikelompokkan menjadi :
  • Jenis PUSH, di mana promosi difokuskan ke pihak DISTRIBUTOR atau RETAILER (= pelaku distribusi atau pengecer)
  • Jenis PULL, di mana promosi difokuskan ke pihak END USER atau CONSUMER (= pengguna akhir atau pemakai/konsumen)
Beberapa bentuk Sales Promotion yang cukup populer, antara lain, adalah :

KUPON
Kupon cocok digunakan untuk strategi PUSH dan PULL, karena dapat dengan mudah dibagikan langsung ke konsumen ataupun melalui jaringan pengecer.
Kupon dapat digunakan untuk memberi nilai tambah bagi pengecer dan insentif bagi konsumen ketika melakukan pembelian sebuah produk baru, ataupun ketika melakukan pembelian lebih banyak suatu produk yang telah cukup dikenalnya.

SAMPEL / CONTOH PRODUK
Memberikan contoh produk ke konsumen juga merupakan contoh dari penerapan strategi PUSH dan PULL. Memberikan contoh suatu produk baru langsung ke konsumen dapat membantu menciptakan "permintaan pasar" tambahan terhadap produk tersebut, sedangkan memberikan contoh produk baru melalui jaringan pengecer dapat menciptakan insentif bagi pengecer sebagai hasil dari tindakannya melakukan promosi di toko-toko atau gerai-gerai penjualannya.

PREMIUM
Premium adalah produk yang diberikan secara gratis untuk setiap pembelian produk sejenis atau lain dalam jumlah tertentu. Dengan perkataan lain, Premium dapat dipaketkan bersama dengan suatu produk tertentu, atau dengan cara lain, misalnya melalui himbauan langsung ke konsumen untuk mengirimkan bukti pembayaran pembelian produk tertentu ke suatu alamat tertentu dengan tujuan untuk mendapatkan premium.
Dengan melakukan cara terakhir, promosi dengan cara premium tidak hanya dapat menaikkan jumlah penjualan, tetapi juga memberi peluang untuk menambah daftar alamat konsumen untuk promosi di waktu yang akan datang.
Logo yang terdapat pada produk yang digunakan untuk promosi premium juga akan memberikan BRAND AWARENESS (= kepekaan akan suatu merk tertentu) yang lebih luas di jaringan konsumen.

PROGRAM LOYALTI
Program loyalti merupakan salah satu langkah strategi promosi PULL, di mana ini merupakan program promosi penjualan yang berlangsung terus-menerus dilakukan ke konsumen, yang telah menyatakan bersedia untuk menerima informasi dari program tersebut.
Kupon, Sampel Gratis dan Premium umum digunakan dalam Program Loyalti.
Salah satu bentuk penerapan program loyalti yang juga banyak adalah dengan menerapkan sistem "point" untuk setiap mata uang (= setiap dollar atau setiap rupiah) nilai pembelian, di mana "point" tersebut setelah dikumpulkan hingga jumlah tertentu dapat ditukarkan dengan produk tertentu.

PAJANGAN (= DISPLAY)
Pajangan seringkali dianggap remeh, namun sesungguhnya merupakan salah satu cara penerapan strategi PUSH yang efektif apabila dilakukan dengan benar.
Pihak Pembuat (= Manufacturer) dapat mendukung program penjualan yang dilakukan si pengecer dengan menyediakan pajangan yang didisain dan dibuat dengan sangat menarik.
Pajangan yang mampu menarik perhatian konsumen akan memberikan dukungan yang sangat bernilai bagi pihak pengecer, sehingga pihak pengecer juga akhirnya dapat menjadi lebih loyal ke Pihak Pembuat produk-produk tersebut.

Pertanyaan yang mungkin masih dapat menggelitik kita saat ini adalah bahwa setelah melalui masa-masa panjang, dekade demi dekade, apakah bentuk-bentuk Sales Promotion tersebut di atas masih manjur untuk meningkatkan penjualan secara signifikan ?