Beda Silsilah



Seorang anak bertanya kepada mamanya, "Bagaimana sih asalnya manusia ?"
Mamanya menjawab, "Pada awalnya, Tuhan menciptakan Adam dan Hawa. Mereka mempunyai anak-anak, dan anak-anak mereka mempunyai anak-anak lagi dan begitu seterusnya sampai mama punya kamu jadi anak mama".

Dua hari kemudian si anak menanyakan pertanyaan yang sama kepada papanya. Papanya menjawab, "Dahulu kala ada kera yang perlahan-lahan berubah sedikit demi sedikit dan akhirnya setelah beribu-ribu tahun kemudian, berubah menjadi manusia ....".

Karena bingung dengan jawaban yang berbeda itu, keesokan harinya si anak kembali bertanya pada mamanya, "Ma, kenapa mama bilang bahwa manusia diciptakan Tuhan, tapi papa bilang manusia berasal dari kera ?"

Setelah berpikir sebentar, sang mama kemudian menjawab, "Ooo begitu ..., iya ....itu 'kan karena si papa cerita dari pihak keturunan keluarga papa, sedangkan mama cerita dari pihak keturunan keluarga mama ...". 

Kado Natal Nadya

Suatu sore menjelang malam Natal, di rumah kecil milik sebuah keluarga yang sedang mengalami krisis keuangan yang amat dalam. Seorang anak perempuan berumur 5 tahun, Nadya, membungkus sebuah kado Natal dengan kertas kado berwarna merah lengkap dengan pita emasnya yang harganya cukup mahal, yang baru dibelinya dengan uang tabungannya.
Setelah selesai, dengan sukacita kado itu diletakkannya di dekat pohon Natal kecil yang tanpa hiasan maupun lampu kerlap-kerlip.
Tidak lama kemudian, sang ayah yang bekerja sebagai buruh bangunan dan sang ibu yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga, pulang dengan membawa penat dan lelah karena bekerja seharian penuh. 

Melihat ada sebuah kado yang dibungkus kertas warna merah dengan pita emas, yang nampaknya cukup mahal harganya, merekapun bertanya-tanya dalam hatinya. Sang ayah segera mengambil kado itu dan membaca tulisan di atasnya ... "Untuk Papa dan Mama, selamat Natal" ....dan di bagian bawahnya tertera nama Nadya. Dibukanya kado itu, dan di dalamnya hanya ditemukan kotak yang kosong.
Sang ayah tidak dapat menahan emosinya. Walaupun sang ibu telah berusaha menenangkannya, tetap saja ia memanggil dan memaksa Nadya yang sedang mengintip di balik tirai penutup pintu kamar, untuk segera datang menemuinya.
Nadya kaget dan menangis ketika sang ayah memarahinya karena mengeluarkan uang tabungannya hanya untuk membeli kertas kado yang cukup mahal itu. Sang ayah memarahinya karena merasa telah bekerja sangat keras mengumpulkan uang sedikit demi sedikit dan menyisihkan sebagiannya untuk tabungan masa depan Nadya, dan merasa bahwa Nadya sangat tidak bijaksana karena dengan mudah membelanjakan sebagian uang tabungannya hanya untuk membeli kertas kado merah dengan pita emas untuk membungkus sebuah kotak kosong.
Dalam pelukan ibunya, Nadya kecil itu memandang ayahnya sambil berlinang air mata dan berkata, "Oh Papa, Nadya minta ampun. Nadya cuma ingin memberi kado Natal untuk Papa dan Mama seperti anak-anak lain. Sebenarnya kotak kado itu tidak kosong. Tadi Nadya sudah memasukkan banyak ciuman-ciuman ke dalamnya. Nadya mengisi kotak itu sampai penuh dengan rasa sayang, semuanya untuk Papa dan Mama."
Sang ayah tertegun ketika mendengar jawaban anaknya, dan hatinyapun hancur.
Dengan segera ia menghampiri dan memeluk gadis kecilnya dan sambil meneteskan airmata ia meminta maaf.

Sejak malam Natal itu, sang ayah menyimpan kotak yang terbungkus kertas warna merah dengan pita emas itu di samping tempat tidurnya selama bertahun-tahun. Kapan saja ia merasa tawar hati, ia mengambil dan membuka kotak itu, dan mengambil sebuah ciuman dari dalamnya sambil mengingat kasih sayang dari Nadya. 
[ Source : 100 Touching Stories by XQP ]

Tahun yang Penuh Harapan ... !


Sebentar lagi kita akan menerobos waktu pergantian tahun dan masuk ke tahun 2013.
Banyak peristiwa terjadi di tahun 2012, banyak kenangan manis tetapi juga banyak kepahitan atau kegagalan yang kita alami.
Banyak orang berkata bahwa kegagalan itu menyakitkan dan membuat mereka menjadi depresi, bahkan ada yang menjadi mudah emosi dan mulai membenci orang lain  atau bahkan pekerjaannya.

Tetapi sebelum kita memasuki tahun 2013, mari coba kita ubah cara pandang kita terhadap yang namanya 'kegagalan'.
Coba pandang 'kegagalan' itu sebagai sebuah hasil dari suatu aktivitas atau peristiwa. 

Jangan pandang 'kegagalan' sebagai sesuatu yang baik atau buruk, melainkan sebagai sesuatu yang netral .... hanya sebagai hasil dari suatu aktivitas !

Status dari 'hasil' tersebut dapat kita buat menjadi baik apabila kita dengan bijaksana belajar dari kejadian tersebut dan menjadikannya sebagai pengalaman berharga dalam kehidupan kita. 
Sebuah pengalaman berharga yang belum tentu semua orang dapat mengalami dan memilikinya.

Namun 'hasil' tersebut juga dapat menjadi sesuatu yang buruk, apabila kita memikirkannya sebagai sesuatu yang personal, sesuatu yang seolah-olah merupakan cerminan diri kita seutuhnya.


Seorang profesor, yang bernama Hayakawa, menyampaikan bahwa pada dasarnya ada dua jenis orang.
Jenis yang pertama adalah mereka yang ketika mengalami kegagalan, kemudian berkata, "Saya gagal melakukan hal itu !" atau "Saya gagal pada peristiwa itu !".

Dan jenis yang kedua adalah mereka yang ketika mengalami kegagalan kemudian berkata, "Saya adalah orang yang gagal !".
Perkataan dari orang jenis ke-2 ini lebih merupakan perkataan menyerah, ... perkataan yang seolah-olah hanya mempunyai semangat awal dan kemudian kalah sebelum memulai sesuatu.
Ini adalah suatu cara berpikir yang salah, yang dapat membawa kita pada rasa putus asa seolah-olah tiada harapan.

Kenyataannya ... bukanlah pribadi kita yang gagal, tetapi hasil dari aktivitas kita yang muncul tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
Cobalah pikirkan lagi, bahwa sesungguhnya, sebagai pribadi, kita dapat melakukan aktivitas itu lagi dengan belajar dan memahami penyebab kegagalan yang pernah kita alami sebelumnya dan kemudian melakukan persiapan serta tindakan yang lebih baik.

Banyak cerita mengenai tokoh-tokoh terkenal, antara lain, Walt Disney, Michael Jordan, Thomas A. Edison, Kolonel Sanders, Soichiro Honda, dan masih banyak lagi, yang harus mengalami berkali-kali kegagalan, sebelum mereka mencapai sesuatu yang disebut dengan keberhasilan ! 
Anda dan saya sama dengan mereka ketika kita berpikir bahwa kita bukanlah pribadi yang gagal ! Karena tujuan hidup kita bukanlah untuk menjadi seseorang yang gagal !

Akhirnya, keberanian dan ketekunan jugalah yang akan menuntun kita pada keberhasilan ! 


Selamat memasuki Tahun yang Baru .... Tahun 2013 akan menjadi Tahun Perubahan dan Percepatan .... Tahun yang dipenuhi dengan ide-ide baru yang segar dan dinamis ... penuh warna kreativitas !!