Telaga Ajaib

Tiga orang gadis yang sedang berkemah di suatu daerah pegunungan mendapat mimpi yang sama. Di mimpinya, mereka bertemu dengan seorang kakek yang memberitahukan bahwa tidak jauh dari tempat itu ada sebuah telaga kecil yang indah. Sang kakek menyampaikan bahwa mereka bisa menyampaikan keinginan mereka sambil melompat ke dalam telaga tersebut, dan karena kesaktian telaga tersebut maka keinginan itupun bisa segera terkabul.
Penasaran akan mimpi mereka, ketiga gadis itupun segera mencari dan menemukan telaga yang pernah nampak dalam mimpi mereka.

Gadis pertamapun segera mencobanya. Setelah melepaskan pakaiannya, iapun berlari menceburkan diri ke dalam telaga sambil berteriak, "Cinta Lauraaa .....".
Dan memang ajaib, tidak lama kemudian, gadis pertama tadi keluar dari telaga dengan warna kulit dan paras cantik seperti Cinta Laura, idolanya.
Melihat hal itu gadis kedua dan ketigapun tidak sabar, namun gadis kedua lebih cepat responnya. Sambil berlari menuju telaga, ia membuka pakaiannya, dan sebelum menceburkan diri ia berteriak, "Nadya Hutagaluuung ....". Tidak lama kemudian, gadis keduapun keluar dari telaga dengan tubuh langsing dan wajah manis seperti Nadya Hutagalung, idolanya.

Dengan semakin takjub dan sangat tidak sabar, gadis ketiga berlari menuju telaga sambil melepaskan pakaiannya. Karena keinginannya yang sudah sangat menggebu-gebu ia berlari dengan cepat, namun pada pijakan terakhir sebelum melompat ke telaga, kaki kanannya menginjak batu kecil yang bentuknya agak runcing. Tanpa sadar, dalam lompatannya, gadis ketiga inipun berkata, "Aduuh ....dasar topeng monyet !" ....
[ Source : JakFM ]

Let Go ....

"Love Canal" adalah sebuah terusan yang letaknya berdekatan dengan Niagara Falls. Tempat ini pernah menjadi perhatian dunia ketika di sana ditemukan 21.000 ton limbah beracun.
Setelah ditelusuri, ternyata ditemukan bahwa sebelumnya beberapa perusahaan di Amerika yang telah diberi wewenang oleh pemerintahan Amerika menguburkan produk-produk sampah beracun di bawah tanah.
Walaupun sampah beracun tersebut sudah dimasukkan ke dalam wadah logam dan ditutup rapat-rapat, serta menguburkannya jauh di dalam tanah, ternyata setelah beberapa waktu, wadah tersebut mulai bocor dan sampah beracun mulai merembes ke permukaan.
Deteksi awalnya adalah ditemukannya kelahiran anak-anak di sekitar daerah itu yang mengalami cacat, dan cukup banyak orang yang meninggal karena kanker.
Setelah hal itu dipublikasikan di majalah Niagara Falls Gazette pada tahun 1976, maka dilakukan investigasi dan revitalisasi lingkungan kembali. Namun demikian, hal itu sudah dikenang sebagai tragedi lingkungan terburuk di sepanjang sejarah Amerika.

Cerita ini mengingatkan bahwa walaupun sampah-sampah beracun tersebut sudah diletakkan di dalam wadah yang kuat serta ditempatkan jauh di bawah permukaan, namun seiring dengan berjalannya waktu, terjadi kebocoran dan akhirnya memberi dampak negatif pada lingkungannya.
Hal ini identik dengan kita, peristiwa-peristiwa yang menyakitkan hati akan seperti akar pahit yang pada awalnya tersimpan jauh di dalam lubuk hati yang terdalam. Suatu saat, akar pahit itu akan dapat menimbulkan efek yang merusak bagi diri kita sendiri maupun bagi orang-orang di sekitar kita.
Efek akar pahit itu dapat merembes keluar melalui kemarahan, depresi, perasaan tidak berharga, sikap atau omongan yang kasar, ataupun sikap negatif lainnya.

Dibutuhkan waktu dan kepedihan untuk mencoba menggali akar pahit itu kembali, namun setelah akar pahit itu ditemukan, yang perlu dilakukan adalah memberi memaafkan diri kita dan orang yang terlibat di dalamnya, serta melepaskannya dengan berpikir positif bahwa "semua itu terjadi atas perkenanan Yang MahaKuasa, agar kita menjadi lebih dewasa dalam menghadapi hidup ini, dan dapat menjadi sumber inspirasi serta motivasi bagi orang lain".
John C Maxwell pernah berkata, "Bukanlah kegagalan jika lain kali Anda dapat melakukannya dengan lebih baik".


Ini saatnya Memikirkan Mengenai Penghematan Biaya !!

Bertahun-tahun lalu, keuntungan usaha diperoleh dari selisih harga jual terhadap biaya produksi, di mana harga jual ditentukan sendiri dari perhitungan estimasi biaya produksi. Artinya, produsen yang lebih berperan dalam menentukan keuntungannya.
Kenyataan pada saat ini, akibat dari pengaruh globalisasi, harga jual cenderung ditentukan oleh "pasar", sehingga kemampuan kita mengelola biaya produksi akan semakin penting untuk menentukan situasi perusahaan di masa yang akan datang.

Secara sederhana, komponen pembentuk biaya dibagi menjadi dua, yakni fixed cost (= komponen biaya tetap) dan variable cost (= komponen biaya tidak tetap).
Fixed Cost merupakan biaya (= pengeluaran) yang dikeluarkan perusahaan, yang TIDAK TERGANTUNG pada jumlah barang atau jasa yang dihasilkan.
Variable Cost merupakan biaya (= pengeluaran) yang dikeluarkan perusahaan, yang BERUBAH SECARA PROPORSIONAL terhadap jumlah barang dan jasa yang dihasilkan.

Menurut Bertrand Russel, inisiatif penghematan biaya haruslah diawali dengan membagi dengan jelas darimana biaya timbul, sehingga berdasarkan analisa tersebut kita bisa memahami ruang lingkup, sasaran yang dituju, dan mengetahui apakahusaha yang kita lakukan berhasil atau tidak.

Menurut Stephen Wilson, ada 3 (tiga) komponen pembentuk biaya, yaitu :
1. Produk atau Jasa yang diberikan ke pelanggan - ini adalah biaya yang ditimbulkan karena kompleksitas dan variasi produk ataupun variasi komponen pembentuk produk yang diproduksi.
2. Proses Kerja - ini adalah biaya yang ditimbulkan karena banyaknya tahapan proses, atau langkah kerja yang biasanya memerlukan serah-terima, serta aktivitas-aktivitas lainnya yang mengikuti ketika produk sedang dibuat atau sedang dikirim ke pelanggan.
3. Organisasi - ini adalah biaya yang ditimbulkan karena banyaknya fasilitas, aset, unit organisasi, serta sistem yang dibutuhkan untuk membuat proses produksi berjalan lebih lanjut.

Joseph Berk, dalam bukunya "Cost Reduction and Optimization for Manufacturing and Industrial Company", menyatakan bahwa umumnya pembelian bahan baku rata-rata menyumbang lebih dari 60% dari total biaya yang dikeluarkan.
Oleh sebab itu, pengelolaan material yang benar akan sangat penting dan dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap inisiatif penghematan perusahaan.

Semoga bermanfaat!