Untuk mencapai kesuksesan, kita harus bekerja lebih dari 60 jam dalam seminggu. BENARKAH?



Memang agak a
neh kedengarannya, tetapi kenyataannya memang "Sukses" merupakan salah satu subyek yang paling disalah-pahami saat ini. Itulah mengapa begitu banyak orang yang sangat ingin mencapai "kesuksesan", tetapi banyak juga yang gagal mencapainya.

Itulah mengapa kita perlu memahami bagaimana sebenarnya untuk mencapai "kesuksesan". Kita bisa mulai dengan mengidentifikasi beberapa kesalah-pahaman yang sangat umum tentang kesuksesan. Ini penting karena jika konsep sukses Anda salah, akan jauh lebih sulit untuk mencapai kesuksesan!

Beberapa bulan yang lalu kami mengidentifikasi dua kesalah-pahaman tentang kesuksesan, yaitu :

Kesalah-pahaman #1 : Banyak orang yang gagal mencapai kesuksesan, berpikir bahwa hal itu disebabkan oleh latar belakang mereka, seperti sejarah keluarga dan masa kecil mereka, dan lain-lain.

Kesalah-pahaman #2 : Orang yang berhasil mencapai kesuksesan tidak atau jarang sekali melakukan kesalahan.

Silakan lihat video "4 Mitos mengenai Kesuksesan" ini untuk sekilas mengingatnya.
 
Sekarang kita akan membahas Kesalah-pahaman #3 : Untuk berhasil, kita harus bekerja lebih dari 60 jam seminggu.
Tidak ada keraguan bahwa untuk berhasil, seseorang harus bekerja keras. Namun, bekerja keras tidak berarti memaksakan diri untuk bekerja berjam-jam terus-menerus. Kita semua telah melihat banyak orang yang bekerja sangat keras dan berjam-jam sepanjang hidup mereka, tetapi tidak mencapai ukuran kesuksesan yang sebenarnya. Di sisi lain, kita melihat banyak orang sukses yang tampaknya tidak bekerja sepanjang waktu!

Inilah yang saya pikirkan tentang bekerja keras.
Saya sangat berpikir bahwa "berpikir" lebih penting daripada "langsung melakukan". Tentu saja, saya sepenuhnya setuju bahwa berpikir sepanjang waktu tanpa melakukan (TIDAK BERTINDAK) tidak ada gunanya! Di sisi lain, melakukan tanpa berpikir juga membuang-buang energi, waktu, dan uang!

Berikut ini adalah salah satu pernyataan favorit saya adalah: "Jangan lakukan hal-hal yang keliru dengan penuh semangat!"

Dan faktanya adalah bahwa berpikir akan membantu Anda bekerja dengan cerdas. Bekerja cerdas berarti selalu bertanya pada diri sendiri "Apakah ini cara terbaik untuk mencapai hasil saya?" "Apakah ada cara lain?" Dengan berpikir seperti ini, kita mungkin menemukan banyak cara yang lebih sederhana dan lebih efektif untuk mencapai hasil yang lebih baik, bahkan seringkali dengan usaha yang jauh lebih sedikit!

Bekerja dengan pikiran cerdas berarti selalu berpikir tentang "bagaimana mendapatkan hasil yang lebih banyak, lebih besar, dan lebih baik dengan sedikit usaha".
Hal ini bisa saja dengan cara :
- Mendapatkan bantuan orang lain
- Menggunakan teknologi

Jadi sebenarnya, orang sukses cenderung bekerja lebih cerdas daripada bekerja keras.


Anda Mendapat PROMOSI! Perubahan Apa Yang Akan Anda Hadapi?

Ketika Anda berhasil mencapai posisi yang semakin tinggi dalam karir, maka tanggung-jawab Anda akan semakin besar, diimbangi dengan otoritas pengambilan keputusan yang lebih besar. Selain hal-hal positif tersebut, ada juga hambatan-hambatan yang perlu diantisipasi.

Ada pepatah mengatakan bahwa semakin pohon tumbuh menjulang tinggi, maka semakin besar terasa tiupan angin menerpa pohon tersebut. Semakin tinggi posisi atau jabatan Anda, maka Anda semakin perlu untuk mempersiapkan diri untuk mengantisipasi perubahan-perubahan yang mungkin terjadi. Hal-hal atau perubahan yang mungkin terjadi adalah, antara lain :

1. Di periode awal seseorang menduduki posisi atau jabatan baru yang lebih tinggi dari sebelumnya, seringkali timbul pertanyaan, "Apa yang harus saya lakukan sekarang?". Dalam hal ini, sangat disarankan untuk fokus pada target sasaran dari bagian atau departemen yang menjadi tanggung-jawab Anda. Ketahui target sasarannya dan temukan cara pengukurannya, dan fokuslah pada point-point penting pengukuran yang berdampak pada hasil pencapaiannya.

2. Akan ada lebih sedikit orang yang memberi tahu Anda apa yang harus dilakukan. Dalam hal ini, Anda perlu mendisiplinkan diri untuk menambah atau memperluas wawasan pengetahuan Anda dengan mengorbankan waktu santai Anda. Cobalah klik judul video dengan link ini untuk menambah ide terkait pengembangan diri Anda, Menjadi Leader Pilihan : Terus-Menerus Memperbaiki Diri.

3. Anda memiliki kekuatan untuk mengatakan "tidak" lebih dari yang Anda miliki di masa lalu. Dalam hal ini, Anda perlu lebih berhati-hati dalam membuat keputusan, baik dalam meng-"iya"-kan atau men-"tidak"-kan suatu hal, karena setiap keputusan Anda sekarang mempunyai dampak yang lebih besar bagi bagian, departemen, atau bahkan terhadap perusahaan.

4. Anda akan memiliki tuntutan waktu yang lebih banyak dan berbeda dari yang Anda harapkan. Sesuai tanggung-jawab yang lebih besar yang dipercayakan kepada Anda, maka Anda memerlukan waktu yang lebih banyak untuk mempertimbangkannya, mendiskusikannya, mensosialisasikannya, dan mengaplikasikannya.

5. Anda akan menemukan musuh baru di antara mantan teman. Belum tentu semua orang setuju dengan pendapat Anda. Belum tentu juga semua orang, yang dahulunya merupakan rekan sekerja, mau berkomitmen dengan tulus untuk menjadi anak buah Anda. Namun itulah memang yang menjadi tantangannya. Pelajarilah cara untuk berinteraksi dengan orang lain dan tambahkanlah pengalaman Anda dengan mempraktekkannya. Video ini akan membantu memperluas pandangan Anda untuk mengantisipasi hal itu, silakan klik judul video ini, Ketrampilan Ini Mampu Mendongkrak Karir Anda!

6. Anda akan menemukan diri Anda menjadi banyak dikelilingi oleh anak-buah yang memperlakukan Anda dengan prinsip "yes-men". Dalam hal ini, Anda perlu berhati-hati untuk tidak menjadi terlena, karena sebagian orang seringkali menyatakan "yes, pak" atau "siap, pak" hanya untuk menyenangkan hati Anda, dan tidak melakukannya secara sungguh-sungguh. Tetaplah melakukan kontrol lapangan atas tugas yang Anda berikan.

7. Anda diharapkan untuk memecahkan masalah dan membuat keputusan lebih cepat. Keberanian untuk membuat keputusan akan semakin banyak diperlukan. Dalam hal ini kumpulkanlah data-data untuk membantu Anda mempertimbangkan dan membuat kesimpulan sebelum membuat keputusan. Link video ini akan menambah wawasan Anda dalam mempersiapkan diri dalam bertindak memecahkan masalah, Cara Praktis Pemecahan Masalah di Tempat Kerja

8. Anda akan menyadari bahwa ada "gunung" lain untuk didaki. Semakin Anda melangkah, semakin Anda melihat bahwa semakin banyak tantangan yang harus dihadapi. Dalam hal ini, janganlah menjadi "kecut" atau berkecil hati. Tetaplah melangkah maju, sekalipun itu dilakukan dengan langkah kecil, karena upaya yang gigih disertai dengan doa dan keyakinan, pasti akan membawa manfaat bagi kehidupan Anda! Simaklah link video ini dan selamat menaklukkan tantangan Anda, RAHASIA mencapai Hidup yang Berhasil.

* Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Menghadapi Keluhan Pelanggan Dengan Lebih Bijaksana


Setiap kali kita mendengar kata "keluhan" atau "complaint", yang terlintas dalam pikiran kita adalah sesuatu yang negatif.

Kenapa begitu?

Karena kita menganggap keluhan sebagai sesuatu yang tidak menyenangkan. Padahal, kalau dilihat dari sudut pandang yang berbeda, keluhan bisa saja menjadi suatu masukan tentang, misalnya, kelemahan produk atau pelayanan kita.

Keluhan, atau masukan itu sendiri sebenarnya bersifat positif. Yang membuatnya menjadi negatif dan tidak menyenangkan adalah karena adanya kemarahan atau kekesalan dari pihak pelanggan yang biasanya menyertai keluhan tersebut. Jadi sebenarnya, kita enggan menghadapi suatu keluhan, karena kita enggan menghadapi kemarahan pelanggan.

Jadi apa yang harus kita lakukan?

Langkah pertama yang harus kita lakukan untuk menghadapi keluhan pelanggan adalah berusaha secepat mungkin untuk membuat kemarahan pelanggan menjadi reda terlebih dahulu. Dengan redanya kemarahan pelanggan, maka yang tersisa adalah masalah yang sebenarnya.

Kita akan sulit menyelesaikan masalah kalau si pelanggan masih marah-marah, karena dalam kondisi yang emosional, seseorang biasanya cenderung membuat keputusan yang salah, sehingga dapat menimbulkan kemungkinan salah paham yang parah.

Bagaimana bisa secepat mungkin meredakan kemarahan pelanggan?

Sabarkan diri Anda dan biarkan dia melepaskan kekesalan dan kemarahannya. Mungkin cukup menjawab dengan singkat saja, misalnya dengan berkata, "iya", "baik", atau "saya mendengarkan". jadi tidak menjawab dengan menjelaskan panjang lebar. Setelah emosi sudah mereda, barulah kita mencoba meyakinkan pelanggan dengan memberi jawaban yang lembut dan kalimat yang menenangkan.

Ketika kemarahan pelanggan sudah reda, masalah sudah diselesaikan, dan keluhannya sudah ditangani dengan baik, sangat disarankan agar seminggu kemudian Anda melakukan beberapa tindakan yang dapat memberi kesan positif bagi si pelanggan.

Misalnya dengan melakukan hal berikut ini ...

> Menelpon si pelanggan untuk menanyakan keadaannya sambil mengucapkan terima kasih atas kesediaannya menggunakan produk atau jasa Anda.

> Mengunjungi si pelanggan untuk melihat bagaimana si pelanggan menggunakan produk atau menerima jasa kita di dalam perusahaannya.

Pada dasarnya, ada beberapa macam model pelanggan dalam menyampaikan keluhannya, dan strategi untuk menghadapinyapun perlu disesuaikan. Silakan klik link YouTube ini untuk melihat video penjelasannya,  https://youtu.be/YpEh2BrrRbE

Selamat mempraktekkannya ... Semoga bermanfaat! 

Bagaimana agar saya bisa diPROMOSI ...

 


Berkali-kali saya pernah mendengar keluhan dari Rekan-Rekan kerja mengenai karir mereka. "Pak, punya saran supaya saya bisa mendapatkan kesempatan dipromosi?", tanya mereka.

Sebuah pertanyaan yang susah-susah-gampang untuk menjawabnya. Ya ...., karena pada prinsipnya, promosi itu tergantung paling tidak pada 2 kondisi utama, yakni :
(1) KESEMPATAN atau PELUANG atau OPPORTUNITY
(2) KESIAPAN seseorang ketika kesempatan itu datang

Sekarang kita bahas kondisi yang pertama, yaitu KESEMPATAN.
Contohnya, tiba-tiba saja atasan Anda terpaksa mengundurkan diri dari posisi jabatannya, dan Anda menjadi salah satu kandidat untuk menjadi penggantinya.
Atau barangkali, perusahaan ingin membuka kantor cabang di suatu daerah, dan ternyata Anda menjadi salah satu kandidatnya plus secara kebetulan ternyata istri Anda juga berasal dari daerah tersebut.
Atau bahkan, perusahaan lain yang menawarkan posisi jabatan dengan tanggung-jawab yang lebih baik dari keberadaan Anda saat itu.
Suatu kesempatan yang menarik, bukan?

Sebuah contoh nyata lain mengenai indahnya suatu "KESEMPATAN" yang muncul dan dapat mengubah kehidupan seseorang, dapat Anda lihat videonya di link ini =  https://youtu.be/qFumuREx0ho

Berikutnya kita bahas kondisi yang kedua, yaitu KESIAPAN diri kita.
Kesiapan Diri ini meliputi bagaimana kita mengembangkan kemampuan diri kita, dan bagaimana kita bersikap dalam dunia pekerjaan kita sehari-hari.

Mengembangkan kemampuan diri, selain membutuhkan tekad dan kedisiplinan yang kuat, juga membutuhkan  keberanian untuk berkorban di saat ini untuk mencapai impian di masa datang, misalnya dengan berkorban waktu (= di mana sementara rekan-rekan lain sering kumpul-kumpul bersenang-senang, seseorang berkorban untuk menggunakan waktu itu untuk belajar menambah wawasan diri).

Kembangkan potensi diri semaksimal mungkin .... https://youtu.be/D0bJ8aWgUcI agar Anda bisa selangkah lebih maju daripada orang lain.

Bagaimana dengan cara bersikap kita yang harus dilakukan agar kita punya peluang atau kesempatan untuk dapat menjadi kandidat utama untuk dipromosi?

(1) Milikilah hubungan pribadi yang baik dengan atasan, bawahan, dan rekan kerja. Hubungan yang didasarkan pada kejujuran dan ketulusan untuk saling-membantu dengan orang lain, akan menjadi hal penting untuk masa depan seseorang. Apalagi kalau itu dilakukan demi kepentingan perusahaan atau kebaikan bersama.

(2) Mempunyai mental untuk selalu berusaha melakukan yang terbaik di tempat kerja dengan segenap hati. Lakukanlah yang terbaik, nikmatilah keberhasilan dengan rendah hati (= tidak menjadi sombong).

(3) Jangan hanya bekerja keras, tetapi juga bekerja cerdas. Gunakanlah wawasan dan kemampuan diri untuk menyelesaikan tugas demi tugas yang dipercayakan. Jangan terpaku pada cara-cara penyelesaian yang konvensional, karena dunia terus berubah. Pelajarilah cara-cara baru sesuai perkembangan teknologi yang ada. Belajarlah dengan rendah hati pada orang lain yang lebih berpengalaman. Padukanlah pengalaman, pelajaran yang didapat dengan perkembangan teknologi yang ada.

(4) Jangan terlalu perhitungan dengan bekerja, dan jangan sering membanding-bandingkan diri dengan orang lain dalam hal upah dan tanggung-jawab kerja. Lakukanlah "extra mile", yang sering diartikan sebagai 'melakukan atau menyelesaikan tugas lebih daripada apa yang diharapkan atau ditargetkan, tanpa meributkan mengenai imbalannya.

(5) Berdoa dan fokuslah pada langkah (1) hingga (4) tersebut di atas, dan jangan ngotot untuk memaksakan bahwa diri Andalah yang seharusnya dipromosi. Seseorang tidak akan pernah merugi apabila dia mampu mengembangkan diri dengan baik, mempunyai mental dan kedisiplinan yang kuat, dan mampu menjaga hubungan yang baik dengan banyak orang.

Jatuh bangun dalam menggapai impian itu bukanlah kegagalan, tetapi pelajaran dan pengalaman dalam kehidupan yang akan membentuk mental yang kuat!
Semoga bermanfaat ....


Pen-DELEGASI-an Yang Efektif

 

Dalam lomba lari estafet 4 x 100 meter, pelari pertama harus menyerahkan tongkat estafet ke pelari berikutnya, dan seterusnya. Serah-terima ini merupakan simbol dari RASA PERCAYA yang diberikan oleh seorang pelari ke pelari lainnya di dalam sebuah tim.

Di dalam dunia kerja, RASA PERCAYA dari atasan ke bawahannya ataupun antara sesama rekan kerja, juga diperlukan!

Pernahkah Anda, sebagai seorang Manager mendelegasikan pekerjaan atau tugas kepada bawahan dan hasilnya tidak memuaskan, bahkan seringkali bermasalah?

Salah satu penyebab dari masalah tersebut adalah karena cara mendelegasikan yang tidak benar. Beberapa Manager ada yang mendelegasikan pekerjaan atau tugas ke bawahannya dengan cara menjelaskan dengan rinci CARA MENGERJAKANnya.

Yang sangat disarankan, dan juga dinyatakan sebagai cara yang benar, adalah agar Anda mendelegasikan pekerjaan atau tugas dengan menjelaskan secara rinci dan spesifik mengenai hasil yang Anda inginkan, dan bukan mengenai rincian cara-cara mengerjakannya.

Berikanlah kesempatan bagi bawahan atau staf Anda untuk memikirkan cara-cara atau langkah-langkah untuk menyelesaikannya dengan menggunakan kreativitasnya sendiri. Yang perlu Anda jelaskan adalah hasil yang dinginkan, serta rambu-rambu (= yang mana yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan) yang jelas.

Kalau bawahan atau staf kita berhasil menyelesaikannya dengan menggunakan kreativitasnya sendiri, mereka akan merasa lebih puas atas keberhasilannya. Tingkat kepuasannya akan berbeda apabila mereka hanya menjalankan rincian langkah-demi-langkah instruksi dari Anda. Sebaliknya jika setelah melaksanakannya dan hasilnya ternyata tidak memuaskan, mereka bisa saja mengangkat tangan dengan berkata, "Saya sudah melakukan apa yang Bapak/Ibu instruksikan!".

Jadi berikan kesempatan pada mereka untuk berkreativitas, dan Anda dapat memberi kesempatan juga ke pada mereka untuk datang menemui Anda apabila ada yang kurang jelas atau ketika mereka membutuhkan saran dari Anda.

Jadi kita dapat simpulkan bahwa agar pendelegasian Anda efektif, cobalah beritahukan secara rinci dan jelas mengenai hasil yang Anda inginkan serta rambu-rambunya, tetapi berilah keleluasaan pada mereka untuk memutuskan bagaimana melakukannya.

Untuk membantu pemantauan pelaksanaan tugasnya, Anda dapat menentukan kondisi-kondisi atau indikator tertentu sebagai pemantauan progres perkembangannya. Pertemuan secara periodik untuk mendapatkan laporan dengan bukti-bukti data dari bawahan atau staf Anda juga merupakan hal yang baik untuk dilakukan.

Selamat mencoba dan berkreativitas!

PENGANTAR - The Chosen Leader


Berkeinginan berkarir untuk menduduki posisi di jajaran Top Management adalah impian dari banyak orang. Tetapi sayangnya tidak semua orang yang mempunyai impian tersebut berhasil mencapai apa yang diimpikannya itu.

Yang menjadi masalah bukanlah karena ketidak-mampuan diri, tetapi lebih banyak pada pola-pikir pribadi yang tidak menunjang usaha untuk meraih impian tersebut.

Pola pikir yang mudah menyerah, kecewa akan masa lalu yang berkali-kali menghadapi kegagalan, ketakutan akan menghadapi masalah yang tidak mampu diselesaikan, rasa rendah diri ketika melihat keberhasilan orang lain, dan masih banyak lagi .....

Percayalah bahwa dengan tekad yang kuat, motivasi diri yang tinggi, kesabaran yang panjang, impian kita itu dapat diraih, asalkan pola pikir kita sedikit demi sedikit harus diubah dan berani melangkah setapak demi setapak.

Dengan perjuangan yang kadang terasa sangat berat, kadang dengan air mata, itu bisa Anda raih!

Silakan klik untuk video-video leadership & motivasi lainnya di https://www.youtube.com/channel/UCQEME7gqkIadVsutlbJ9Nng

Semoga bermanfaat .... selamat berubah! 

From Zero to Hero : Nowela


 Hidup ini adalah belajar!

Belajar dari pengalaman yang menyedihkan, belajar dari pengalaman yang memberi sukacita, belajar dari perjuangan, belajar dari kesempatan untuk memahami dan dipahami, belajar dari menghargai dan dihargai, dan masih banyak lagi ..... Ya! Karena hidup ini memang penuh pembelajaran ....

Dari video ini saya belajar, paling tidak ada 4 hal yang menambah motivasi saya, yakni :
1) Jangan selalu melihat ke atas untuk membanding-bandingkan, tetapi seringlah melihat ke bawah agar kita bisa lebih mengucap syukur.
2) Ingatlah selalu asal-usul kita dalam kehidupan ini, agar kita bisa berbagi kebahagiaan juga dengan mereka yang kita kasihi dan menjadi bagian hidup kita.
3) Tetaplah berjuang dalam hidup ini, bukan hanya berjuang bagi diri sendiri, tetapi juga bagi negeri tercinta, dan orang-orang lain di dalam kehidupan kita. Taburlah kebaikan dan nikmati buah sukacita yang bersemi dalam hati.
4)  Hubungan dengan TUHAN adalah pegangan kehidupan. Ketika kita berjalan bersama-NYA, kita pasti mampu berjalan melewati badai kehidupan.

Salam Semangat!

Apa kata Jack Ma mengenai Peluang (Opportunity)


 Pagi ini saya tertarik pada sebuah cuplikan video dari interview dengan Jack Ma.

Kalau diterjemahkan, kira-kira begini intinya ...

Jangan mengejar target untuk menjadi yang terbaik, tetapi berusahalah untuk menjadi yang pertama.
Menjadi pertama yang berani berubah ..
Menjadi pertama yang berani mengambil tantangan ..
Menjadi pertama yang berani menghadapi dan berjuang mengatasi masalah ..

Karena setiap orang adalah diciptakan sebagai pribadi yang unik!
Hadapilah dunia ini dengan menjadi dirimu.
Dunia ini, dari dulu, sekarang dan bahkan 30 tahun ke depanpun akan penuh tantangan dan kesempatan (= peluang = opportunity).
Bagaimana menghadapinya, itu selalu tergantung pada dirimu sendiri = tergantung bagaimana kamu memandang tantangan tersebut.
Tantangan bisa menjadi kesempatan atau peluang atau opportunity.
Peluang atau kesempatan selalu ada di dalam sebuah tantangan.
Peluang atau kesempatan selalu ada di balik sebuah keluhan atau complaint.
Semakin besar tantangannya, semakin besar pula peluang atau kesempatan untuk menjadi yang lebih baik.

Dunia ini akan terus berubah, perkembangan teknologi akan terus terjadi.
Hadapilah hidup ini dengan selalu berpikir positif dan melihat peluang untuk menjadi yang lebih baik.
Nikmatilah hidup dengan menjadi bahagia melalui cara hidup yang sehat!

Salam Semangat!

Sifat-Sifat Orang berdasarkan bulan kelahirannya (Des-Jan)

Sifat-sifat atau Kepribadian seseorang seringkali perlu dipelajari, dengan tujuan untuk memudahkan kita berkomunikasi ataupun berinteraksi, baik di dunia non-formal maupun di dunia kerja.

Berikut ini kami lampirkan beberapa sifat dari seseorang ditinjau dari bulan kelahirannya, untuk sementara ini yang bulan kelahirannya di Desember dan Januari.


Catatan kepribadian berdasarkan bulan kelahiran ini tidaklah mutlak 100% benar, karena setiap orang diciptakan secara unik. 
Ketika kita sudah mengenali sifat atau kepribadian seseorang, maka paling tidak kita dapat membuat strategi pendekatan personal terhadap orang tersebut.

Selamat mencoba!
SALAM SEMANGAT!





2 Bagian Nasihat


Pada awalnya nasihat sang mentor kepada si pekerja adalah bahwa untuk mengembangkan kemampuannya, si pekerja harus menerapkan perilaku "bicara sedikit dan melakukan atau bertindak lebih banyak".
Hal ini berhasil dilaksanakan oleh si pekerja dan kemampuannya semakin baik.

Kemudian suatu saat si pekerja mendapatkan kenyataan bahwa mereka yang baru masuk kerja mendapatkan kenaikan upah yang lebih baik daripada dirinya.
Nasihat sang mentor adalah bahwa si pekerja perlu mengambil cuti.
Dan ketika si pekerja cuti, perusahaan baru merasakan banyak tugas yang belum dapat digantikan oleh pekerja lain, sehingga ketika dia masuk, upahnya dinaikkan.

Si pekerja senang dan menyampaikan hal itu ke sang mentor, namun belum sempat sang mentor menambahkan nasihatnya, si pekerja sudah pergi dengan hati yang gembira.
Selanjutnya, setiap bulan ketika si pekerja merasa bahwa pekerjaannya dapat diselesaikan dengan baik dan dirinya merasa pantas untuk mendapatkan penghargaan, maka agar diperhatikan oleh pimpinannya, si pekerja memaksa untuk mengambil cuti dengan berbagai alasan. Hingga suatu saat sekembalinya dari cuti yang sudah ke sekian kalinya, dia mendapati bahwa dirinya mengalami pemutusan hubungan kerja.

Si pekerja kemudian bertemu dengan sang mentor dan mengadukan hal yang dialaminya.
Sang mentor menyayangkan hal itu dapat terjadi, karena seandainya pada pertemuan sebelumnya, si pekerja mau meluangkan waktu untuk mendengarkan nasihat tambahannya, belum tentu hal itu dapat terjadi.
Apa nasihat tambahan sang mentor?
Bahwa yang dilakukan si pekerja dengan mengambil cuti, memang merupakan suatu solusi agar dia dapat lebih diperhatikan oleh pimpinannya. Tetapi seperti halnya perlengkapan (misalnya bohlam lampu) yang apabila sudah berkali-kali tidak dapat berfungsi dengan baik, maka besar kemungkinan perlengkapan itu akan diganti.
Jadi, kalau si pekerja terlalu sering untuk mengambil cuti, maka hal itu akan dapat mengacaukan ritme aktivitas pekerjaan di perusahaan tersebut, maka  bukan tidak mungkin suatu saat dirinya akan digantikan oleh orang lain.

Shop Floor Control (SFC)


Istilah 'shop floor control' dikenal juga sebagai 'production activity control' berkaitan dengan semua aktivitas yang dilaksanakan oleh perusahaan untuk memonitor 'berjalannya' proses sebuah order melalui tahapan-tahapan di produksi, yakni dari diterimanya order produksi (= diterbitkan oleh PPIC) hingga penyelesaiannya (= diserah-terimakan ke bagian Warehouse).

Sistem SFC seringkali menggunakan sistem informasi untuk mengkomunikasikan status dari order produksi di tiap tahapan prosesnya. Sistem informasi ini akan mempermudah penelusuran status proses dan penyelesaian sebuah order produksi, antara lain, berapa jumlah order produksi yang harus diproses, apakah dalam tahapan tertentu sudah selesai diproses atau masih berlangsung  (= berapa banyak yang sudah diproses dan berapa banyak yang harus diproses lebih lanjut), bagaimana kualitas dari hasil produksi yang sudah diproses, di lokasi mana penempatan hasil produksinya, dan sebagainya.

Dengan adanya sistem Shop Floor Control (SFC) ini, perusahaan akan lebih mudah untuk :

  • menentukan prioritas dari sejumlah order produksi
  • memonitor jumlah hasil produksi dari tahapan proses tertentu (= sebagai Work In Progress/WIP)
  • mempercepat ketersediaan data status proses produksi untuk keperluan capacity control dan capacity requirement planning (CRP).
  • mendapatkan data yang dibutuhkan untuk berkoordinasi di seluruh bagian Produksi dengan bagian Marketing, Warehousing dan Accounting.
  • mengukur tingkat pencapaian dari Efisiensi, Utilisasi dan Produktivitas dari proses dan mesin produksi, serta penggunaan sumber daya manusianya.

Shop Floor Control ini merupakan aktivitas internal strategis, karena data yang diperoleh sangat berguna untuk keperluan analisa dari berbagai departemen. 

Pada posting berikutnya kita akan sedikit menggali lebih dalam mengenai Capacity Requirement Planning.

Semoga bermanfaat!

Purchasing Tips : Membeli Barang Teknik atau Suku Cadang

Kalau Anda bekerja sebagai buyer di sebuah perusahaan dan salah satu tugasnya adalah membelikan barang-barang teknik atau suku cadang dari suatu mesin atau peralatan, maka tips berikut ini akan berguna bagi Anda untuk meningkatkan kinerja.

  • Kalau Anda belum punya banyak pengalaman dalam mengenal jenis barang teknik atau suku cadang peralatan yang akan dibeli, pertimbangkanlah hal berikut ini dalam melakukan pembelian tersebut! 

Cobalah dapatkan spesifikasi teknis dari barang atau suku cadang yang akan dibeli dari kedua belah pihak, si peminta (= biasanya teknisi dari bagian Engineering atau Maintenance di perusahaan Anda) maupun si pemasok. Tanyakan pada si peminta mengenai spesifikasi utama yang harus dipenuhi, agar Anda dapat menginformasikannya ke pihak pemasok. Dan ketika Anda menyusun tabel perbandingan spesifikasi teknisnya, informasi penting tersebut dapat di-highlight.

Cobalah untuk melakukan diskusi teknis dengan engineer dari pihak pemasok. Apabila Anda belum terlalu percaya diri, ajaklah teknisi dari perusahaan Anda untuk membantu Anda memastikan bahwa barang tersebut memang sesuai spesifikasi teknis dan aplikasinya. Pelajari mengenai garansi yang diberikan oleh pihak pemasok, apa yang digaransi dan waktunya berapa lama.

  • Apabila yang akan Anda beli adalah barang teknik atau suku cadang yang merupakan hasil pembuatan/fabrikasi di bengkel penjual, maka akan sangat baik apabila Anda menyediakan waktu untuk mengunjungi bengkel atau workshop di mana pihak pemasok tersebut melakukan aktivitasnya. Perhatikanlah aktivitas mereka dalam menjaga kualitas produknya dan kualitas pengaturan pengirimannya.
  • Lakukan investigasi terhadap kebijakan pemasok terkait ketika menerima pesanan suku cadang yang urgent/mendadak, ketika menerima keluhan pelanggan, serta bantuan teknis apa yang disediakan oleh mereka.
  • Ketika Anda akan membeli mesin atau peralatan, beberapa pemasok ada yang mengajukan rekomendasi untuk pembelian paket suku-cadang kritikal nya (= critical spare kits). Anda dapat mempertimbangkan hal ini dan mendiskusikannya dengan engineer atau teknisi internal perusahaan Anda. Mungkin juga, paket itu dapat Anda pertimbangkan untuk menjadi bahan negosiasi saat pembelian mesin atau peralatannya sebagai 1st free spare kit.
  • Beberapa pemasok seringkali juga merekomendasikan kontrak pemeliharaan untuk mesin atau peralatan yang Anda beli. Pelajarilah hal ini, dapatkan informasi pemasok apa keuntungannya apabila Anda menyetujui kesepakatan kontrak pemeliharaan mesin atau peralatan tersebut. Pertimbangkanlah bahwa beberapa mesin atau peralatan ada yang memerlukan alat khusus untuk bongkar-pasang bagian mesin atau peralatannya, dan itu hanya dapat dilakukan oleh teknisi dari pihak pemasok.

Apabila nama perusahaan pemasok berbeda dengan nama perusahaan yang akan melaksanakan kontrak pemeliharaan, ada baiknya untuk meminta perusahaan pelaksana kontrak pemeliharaan untuk menunjukkan surat pernyataan dari pemasok bahwa perusahaan tersebut memang secara resmi ditunjuk sebagai pihak pelaksana kontrak pemeliharaan mesinnya (= authorized maintenance company).

Umumnya perbedaan pemeliharaan dengan kontrak dan tanpa kontrak ada pada (1) biaya teknisi yang akan datang untuk melakukan perbaikan atau pemeliharaan; (2) biaya suku-cadang yang diperlukan saat perbaikan atau pemeliharaan.

Demikian beberapa tips untuk membantu Anda dalam menjalankan tugas sehari-hari. Semoga bermanfaat!

  

 

Cukup Efektif-kah TEAM Anda?


Di dalam dunia yang penuh oleh perubahan ini kita semakin dituntut untuk menyelesaikan tugas pekerjaan kita dengan lebih cepat, karena antara lain :
(1) Ekspektasi pelanggan yang meningkat
(2) Tuntutan pasar dan produk yang lebih kompleks
(3) Bertambahnya ketidak-pastian komersial (= situasi pasar yang dapat berubah sewaktu-waktu)
(4) Semakin ketatnya persaingan usaha, peraturan-peraturan yang berlaku dan isu-isu lingkungan.

Tuntuan tersebut di atas mendorong kita untuk menyusun langkah-langkah dengan menggunakan kombinasi keahlian, pengalaman dan pertimbangan ; memecahkan hambatan koordinasi antar departemen di dalam suatu organisasi, sambil memelihara hubungan yang baik dengan para pelanggan. 

Kendalanya adalah bahwa kita tidak dapat melakukan itu sendiri, dan kabar bagusnya adalah dengan membentuk TEAM, kita mempunyai peluang untuk merealisasikan langkah-langkah tersebut.

Sebelum membedah lebih dalam mengenai TEAM, ada baiknya kita memahami perbedaan yang sering ditemukan di dalam "Kelompok yang Bekerja-sama / Co-operative Group" dengan "TEAM", antara lain :

Co-operative Group : Orang-orang berkumpul untuk bekerja bersama
TEAM : Orang-orang berkumpul untuk bekerja bersama dengan saling percaya

Co-operative Group : Informasi tidak di-share secara terbuka, karena rasa percaya dan keterbukaan masih terbatas
TEAM : Informasi di-share secara terbuka ke seluruh anggota, karena tingkat percaya dan keterbukaan sudah menyatu, sehingga setiap anggota berprinsip bersama untuk saling membantu

Co-operative Team : Dalam hal pencapaian obyektif tugasnya, setiap anggotanya cenderung lebih memikirkan departemennya masing-masing
TEAM : Setiap anggota memberi kontribusinya untuk mencapai obyektif/tujuan bersama, sambil meminimalisir kemungkinan dampak negatif bagi masing-masing departemen terkait

Sebuah TEAM yang dapat bekerja bersama secara efektif merupakan TEAM yang potensial yang dapat, antara lain :
  • mencapai hasil yang lebih baik dari pencapaian individu yang bekerja sendiri
  • berpikir, berdiskusi dan bertindak lebih fleksibel dari kelompok yang besar
  • memberi gagasan dan ide yang lebih luas daripada seorang individu
  • dengan saling percaya dan keterbukaan, bekerja dengan saling membantu dan menutupi kelemahan masing-masing individu
  • membangkitkan motivasi yang lebih kuat daripada bekerja seorang diri
  • memperluas area yang dieksplorasi sambil memperkecil resiko yang mungkin akan dihindari ketika bekerja seorang diri
Untuk membentuk TEAM yang dapat bekerja efektif bukanlah sederhana. Di dalam dunia kerja yang penuh tantangan, banyak TEAM sudah dibentuk berdasarkan berbagai macam alasan dan kebutuhan, namun tidak semuanya berhasil, karena hal itu berhubungan erat dengan berbagai karakter orang. Dalam hal ini tantangan seorang Leader, bukanlah hanya membangun sebuah team saja, tetapi lebih pada mengidentifikasi dan menjadi mentor bagi orang-orang sebagai anggota team-nya, membangun kondisi yang harmonis dalam bekerja-sama dan secara konsisten menjaga agar team tetap fokus pada obyektif yang telah ditetapkan, yang seringkali harus dilakukan dalam periode waktu tugas yang relatif singkat.

Jika Anda ingin menggali lebih dalam mengenai BAGAIMANA MENYUSUN & MEMBENTUK TEAM YANG EFEKTIF , atau bahkan ingin didampingi dalam melakukannya, kami di BWI (= Bright World International) siap membantu Anda, baik secara individu maupun perusahaan, dalam memberikan bimbingan konsultasi dan pendampingan berdasarkan pengalaman praktis yang telah kami lalui di berbagai bidang manufaktur.

Silakan menghubungi kami:

Bright World International
Email : exousia.edu@gmail.com
HP (WA) : +62.898.958.3722

Sikap sang Pemimpin

Masih ingat dengan seseorang pemimpin yang mendapat nama julukan Alexander The Great ..?
Suatu ketika ia harus memimpin pasukannya melintasi gurun pasir yang panas dan kering dan setelah dua minggu dalam perjalanan tersebut, maka persediaan airpun menipis.
Mereka sudah lelah dan kehausan, namun demikian Alexander tetap memimpin pasukannya untuk terus berjalan dengan penuh semangat.
Pada suatu siang yang terik, dua orang anggota pasukannya datang menemuinya dengan membawa semangkuk air yang mereka ambil dari sebuah kolam yang hampir kering.
Air dalam kolam itu tidaklah cukup untuk seluruh pasukannya.
Ketika mengetahui hal itu, Alexander-pun berkata, "Aku tidak akan meminum air ini sendiri sekarang, sementara kalian kehausan. Hai prajuritku, simpanlah air itu dan kumpulkanlah bersama sisa air yang lain sebagai persediaan kita. Kita akan menggunakan air itu pada saatnya nanti."

Alexander bukanlah seorang pemimpin yang egois, yang menjalankan kekuasaannya berdasarkan ego dan kepentingannya sendiri. Dalam keadaan yang tidak baik, ia memikirkan orang-orang yang dipimpinnya, meskipun ia adalah seorang raja yang tentunya berhak dilayani.
Inilah contoh dari seorang pemimpin yang dimotivasi oleh tanggung-jawabnya, ia mengedepankan kepentingan bersama meskipun harus mengorbankan keinginannya sendiri. Itulah sosok seorang pemimpin yang memiliki integritas.
Seorang pemimpin harus memiliki kemauan keras, namun bukan karena egois atau keras kepala, tetapi kemauan kuat untuk melakukan apa yang harus dilakukan demi kebaikan dan kemajuan bersama.

Bagaimana dengan Anda ?
Ya ... Andapun dilahirkan untuk menjadi seorang pemimpin !
Oleh sebab itu, milikilah kepekaan hati dan semangat diri untuk mengupayakan segala sesuatu yang baik bagi anak buah Anda. layanilah mereka dengan ketulusan dan kerendahan hati.
Jadilah seorang pemimpin yang berkenan di mata TUHAN !

Sales Promotion ...... Yang Mana Yang Masih Efektif ?


Seperti yang telah kita ketahui, STRATEGI Promosi Penjualan (= Sales Promotion) dapat dikelompokkan menjadi :
  • Jenis PUSH, di mana promosi difokuskan ke pihak DISTRIBUTOR atau RETAILER (= pelaku distribusi atau pengecer)
  • Jenis PULL, di mana promosi difokuskan ke pihak END USER atau CONSUMER (= pengguna akhir atau pemakai/konsumen)
Beberapa bentuk Sales Promotion yang cukup populer, antara lain, adalah :

KUPON
Kupon cocok digunakan untuk strategi PUSH dan PULL, karena dapat dengan mudah dibagikan langsung ke konsumen ataupun melalui jaringan pengecer.
Kupon dapat digunakan untuk memberi nilai tambah bagi pengecer dan insentif bagi konsumen ketika melakukan pembelian sebuah produk baru, ataupun ketika melakukan pembelian lebih banyak suatu produk yang telah cukup dikenalnya.

SAMPEL / CONTOH PRODUK
Memberikan contoh produk ke konsumen juga merupakan contoh dari penerapan strategi PUSH dan PULL. Memberikan contoh suatu produk baru langsung ke konsumen dapat membantu menciptakan "permintaan pasar" tambahan terhadap produk tersebut, sedangkan memberikan contoh produk baru melalui jaringan pengecer dapat menciptakan insentif bagi pengecer sebagai hasil dari tindakannya melakukan promosi di toko-toko atau gerai-gerai penjualannya.

PREMIUM
Premium adalah produk yang diberikan secara gratis untuk setiap pembelian produk sejenis atau lain dalam jumlah tertentu. Dengan perkataan lain, Premium dapat dipaketkan bersama dengan suatu produk tertentu, atau dengan cara lain, misalnya melalui himbauan langsung ke konsumen untuk mengirimkan bukti pembayaran pembelian produk tertentu ke suatu alamat tertentu dengan tujuan untuk mendapatkan premium.
Dengan melakukan cara terakhir, promosi dengan cara premium tidak hanya dapat menaikkan jumlah penjualan, tetapi juga memberi peluang untuk menambah daftar alamat konsumen untuk promosi di waktu yang akan datang.
Logo yang terdapat pada produk yang digunakan untuk promosi premium juga akan memberikan BRAND AWARENESS (= kepekaan akan suatu merk tertentu) yang lebih luas di jaringan konsumen.

PROGRAM LOYALTI
Program loyalti merupakan salah satu langkah strategi promosi PULL, di mana ini merupakan program promosi penjualan yang berlangsung terus-menerus dilakukan ke konsumen, yang telah menyatakan bersedia untuk menerima informasi dari program tersebut.
Kupon, Sampel Gratis dan Premium umum digunakan dalam Program Loyalti.
Salah satu bentuk penerapan program loyalti yang juga banyak adalah dengan menerapkan sistem "point" untuk setiap mata uang (= setiap dollar atau setiap rupiah) nilai pembelian, di mana "point" tersebut setelah dikumpulkan hingga jumlah tertentu dapat ditukarkan dengan produk tertentu.

PAJANGAN (= DISPLAY)
Pajangan seringkali dianggap remeh, namun sesungguhnya merupakan salah satu cara penerapan strategi PUSH yang efektif apabila dilakukan dengan benar.
Pihak Pembuat (= Manufacturer) dapat mendukung program penjualan yang dilakukan si pengecer dengan menyediakan pajangan yang didisain dan dibuat dengan sangat menarik.
Pajangan yang mampu menarik perhatian konsumen akan memberikan dukungan yang sangat bernilai bagi pihak pengecer, sehingga pihak pengecer juga akhirnya dapat menjadi lebih loyal ke Pihak Pembuat produk-produk tersebut.

Pertanyaan yang mungkin masih dapat menggelitik kita saat ini adalah bahwa setelah melalui masa-masa panjang, dekade demi dekade, apakah bentuk-bentuk Sales Promotion tersebut di atas masih manjur untuk meningkatkan penjualan secara signifikan ?

Bertahanlah Agar Mampu Naik Ke Tingkat Yang Lebih Tinggi

Adalah normal apabila kita ingin dikenal dan dikenang orang melalui keberhasilan dan kesuksesan yang kita lakukan.
Tetapi perjalanan menuju keberhasilan itu seringkali luput dari pengamatan kita.
Jarang terjadi perjalanan yang mulus tanpa rasa sakit ... tanpa kepedihan emosi.


Ketika hal itu terjadi, bertahanlah semampu yang kita bisa, karena apa yang sedang kita alami saat ini merupakan latihan pengalaman pribadi kita, yang sangat mungkin akan berguna di waktu yang akan datang.
Seperti ketika kita sedang membangun tembok, satu demi satu batu bata kita pasang dan kemudian dilekatkan ke susunan batu lainnya dengan semen yang kuat.
Batu bata tersebut semakin banyak kita susun dan membentuk tembok yang kokoh.
Pengalaman yang menyakitkan tersebut, seperti batubata, kemudian membentuk mental kita untuk menjadi semakin kuat dalam menghadapi perjuangan hidup.
Oleh sebab itu ..... bertahanlah semampu kita untuk melalui badai demi badai yang muncul di hadapan kita !

Salah Satu Cara Untuk Menciptakan Etos Kerja Yang Tinggi

Sebuah perusahaan umumnya akan dinyatakan "dapat dibanggakan" apabila lingkungan kerjanya kompetitif dan apresiatif.
Maksudnya, apabila di perusahaan tersebut terjadi suasana kerja di mana karyawannya mempunyai semangat untuk berlomba untuk memperbaiki kinerja, meningkatkan produktivitas, mengadu prestasi. Dan perusahaan menghargai semangat kerja karyawannya dengan memberikan upah dan tunjangan yang pantas.
Namun demikian, walaupun perusahaan seperti itu umumnya terlihat keren dan produktif, apabila individu yang bekerja di dalam organisasinya seringkali merasa "lelah" terhadap hubungannya dengan organisasi, kurang "mencintai" organisasinya, dan dalam banyak hal merasa kurang setuju dengan aturan yang berlaku di kantornya, maka individu tersebut dapat dinyatakan sedang bekerja dengan etos kerja yang rendah.


Lalu bagaimana karakteristik perusahaan yang mempunyai etos kerja yang tinggi ?
Umumnya, perusahaan dengan etos kerja yang tinggi akan mempunyai karyawan yang secara individu merasa nyaman bekerja di dalam perusahaan tersebut, seringkali tidak membatasi diri dalam arti mau berbagi dan saling menolong, mempunyai kesabaran yang lebih, yang akhirnya tampak dalam ketekunan dalam bekerja untuk memajukan pribadi dan perusahaannya.

Perusahaan yang mempunyai etos kerja yang tinggi akan menunjukkan semangat untuk berkolaborasi (dan bukan saling mengutamakan ego pribadi dan departemennya sendiri), semangat untuk berdebat dengan sportif dan konstruktif (dan bukan berdebat untuk saling menjatuhkan serta mempertahankan gengsi), dan semangat berkomunikasi yang aktif (dan bukan berkomunikasi untuk bergossip atau menyebarkan issue yang negatif).

Sementara itu, perusahaan yang mempunyai etos kerja yang rendah akan cenderung terlihat mempunyai kesulitan dalam berkolaborasi, sulit untuk berkomunikasi dengan "jujur" dan "terbuka", dan sangat lambat untuk melakukan inovasi.

Etos kerja yang tinggi tidak selalu tercipta oleh adanya semangat kerja yang tinggi. Semangat kerja yang tinggi belum tentu selalu menghasilkan kinerja yang produktif, serta hasil kerja yang efektif dan efisien.

Bagaimana caranya menciptakan etos kerja yang tinggi ?
Perusahaan yang ingin mencapai etos kerja yang tinggi, antara lain, dapat mencoba melakukan evaluasi terhadap bagaimana persepsi dan perasaan karyawannya tentang jabatannya, tugas-tugasnya, panduan-panduan yang diperolehnya, serta gambaran mengenai perusahaan tempatnya bekerja.
Karyawan perlu mengetahui dan menerima secara positif pandangan mengapa ia bekerja dan dipercaya memangku jabatannya yang berbeda dengan rekan kerjanya yang lain.
Penerimaan secara positif akan cenderung menciptakan persepsi yang positif.
Karyawan bisa saja mendapat tugas yang banyak dan diberi upah yang bukan tertinggi di tingkatannya, namun karena persepsinya sudah positif, maka ia tetap merasa positif dengan pekerjaan dan jabatannya.
Persepsi yang positif tersebut akan menyebabkan individu merasa leluasa dan nyaman untuk tetap berprestasi, walaupun ia tetap harus bekerja keras.
Hal inilah yang kemudian mendorong karyawan tersebut untuk dengan nyaman tetap berkontribusi sesuai dengan tingkat keahliannya.


Umumnya seorang karyawan atau individu akan merasa dianggap sebagai "orang penting" di perusahaan atau dihargai apabila ia mendapat kejelasan informasi yang cukup lengkap dari lingkungannya, sehingga dalam segala hal yang dihadapinya akan terbiasa untuk berpikir secara positif terlebih dahulu.

Dari sinilah karyawan tersebut mendapatkan energi untuk berkreasi dan melakukan inovasi, yang akhirnya secara bersama-sama akan membentuk lingkungan dengan etos kerja yang tinggi.


Menggunakan Prinsip Pareto Dalam Kepemimpinan Kita

Salah satu hal penting yang perlu dipelajari dan dilakukan dalam menambah kemampuan kita sebagai pemimpin adalah dengan melatih diri untuk menentukan prioritas.

Untuk menentukan prioritas, kita dapat menggunakan prinsip PARETO atau dikenal juga sebagai prinsip "20/80".
Secara sederhana, prinsip Pareto dapat dijelaskan sebagai berikut, bahwa "20 persen dari seluruh daftar prioritas kita akan memberi hasil 80% dari total target kita APABILA kita memfokuskan penggunaan sumber daya yang ada (= waktu, tenaga, uang, dan personel) pada hal-hal yang terdapat di 20% prioritas utama dari seluruh prioritas kita tersebut"

Contoh Penerapan Prinsip Pareto :
  • Waktu : 20% dari waktu kita, apabila kita gunakan dengan baik, akan memberi hasil 80% dari tujuan yang kita harapkan. 
  • Hubungan Antar Personal : 20% dari orang-orang yang kita kenal, merupakan orang-orang yang "dekat" dengan kita, dan mereka menghabiskan 80% dari total seluruh waktu kita.
  • Produk : 20% dari seluruh produk yang kita hasilkan dapat memberikan 80% dari total keuntungan yang kita harapkan.
  • Kepemimpinan : 20% orang dari jumlah yang ada dalam suatu organisasi akan memegang tanggung-jawab atas 80% tingkat kesuksesan perkembangan organisasi tersebut.
Untuk lebih jelasnya lagi, mari kita ambil contoh penerapan prinsip Pareto dalam hal mengoptimalkan kinerja team Anda.

Langkah-langkah yang perlu diambil adalah :
  1. Susunlah atau tetapkanlah orang-orang yang termasuk dalam kelompok orang-orang yang mampu memegang tanggung-jawab atas kemajuan organisasi Anda (= 20% dari total jumlah orang yang ada dalam organisasi Anda). Sebutlah bahwa orang-orang tersebut masuk dalam kelompok "utama".
  2. Gunakan 80% dari waktu Anda untuk mengenal dan berinteraksi membangun kedekatan, serta berbagi tugas dan tanggung-jawab dengan orang-orang dalam kelompok "utama" tersebut.
  3. Gunakan 80% sumber daya Anda untuk mengembangkan orang-orang dalam kelompok "utama" tersebut.
  4. Lakukanlah proses pemberdayaan pada orang-orang dalam kelompok "utama" tersebut untuk melaksanakan aktivitas yang akan memberi dampak bagi tercapainya minimal 80% hasil dari total target yang diharapkan.
  5. Cari dan latihlah beberapa orang asisten untuk melakukan 80% aktivitas tersisa yang tetap harus dilakukan, namun hanya akan memberikan 20% hasil dari total target yang diharapkan.
  6. Aturlah agar orang-orang dalam kelompok "utama" juga mencari orang-orang yang dapat diandalkan sebanyak 20% dari total masing-masing anak buahnya. Ini adalah konsep "multiplikasi" atau pelipat-gandaan".

Pertanyaan selanjutnya yang mungkin timbul adalah, bagaimana menentukan siapa yang akan masuk dalam kelompok "utama".


Untuk menjawabnya, cobalah tuliskan nama-nama orang yang ada dalam organisasi di departemen Anda, maupun di departemen lain yang berhubungan dengan Anda, lalu cobalah mengajukan pertanyaan pada diri Anda sendiri, "Kalau orang ini (= sebutkan namanya) mengambil tindakan negatif atau menarik dukungannya terhadap saya, sejauh apa kira-kira dampak yang ditimbulkannya ?"
Kalau hal itu membuat Anda menjadi tidak berfungsi, maka masukkanlah nama orang tersebut ke dalam daftar kelompok "utama" Anda.

Lalu, kalau orang-orang sudah ditentukan, bagaimana kita menentukan skala prioritas untuk tugas-tugas kita yang menumpuk sedemikian banyak dan bertambah terus setiap harinya ?

Tips dalam pembagian skala prioritas tugas kita :
  1. Sangat Penting & Sangat Mendesak : Segera tangani dan selesaikan terlebih dahulu tugas-tugas yang bersifat seperti ini.
  2. Sangat Penting & Kurang Mendesak : Tetapkan batas waktu untuk penyelesaiannya dan usahakan untuk mengerjakan tugas ini dalam rutinitas sehari-hari.
  3. Kurang Penting & Sangat Mendesak : Temukanlah cara yang cepat dan efisien untuk menyelesaikannya tanpa banyak melibatkan diri pribadi kita. Apabila mungkin, delegasikanlah itu kepada seorang asisten yang mampu melakukannya.
  4. Kurang Penting & Kurang Mendesak : Umumnya ini adalah tugas yang berulang dan cukup menyita waktu, seperti contohnya membuat arsip. Cobalah menumpuk tugas ini dan kerjakan dalam waktu setengah jam sampai satu jam yang disisihkan setiap beberapa hari sekali. Alternatif lain, cobalah cari seseorang lainnya untuk mengerjakannya.
Cobalah mulai mengevaluasi tugas-tugas Anda yang tersisa di hari ini. Sebelum menundanya sampai esok hari, pelajarilah dengan seksama berdasarkan skala prioritas tersebut di atas.



Di masa ini, bekerja keras saja tidaklah bijaksana, dan bekerja dengan cerdik saja juga belum cukup untuk menciptakan perubahan positif yang berdampak luas bagi suatu organisasi. Yang dibutuhkan saat ini adalah bekerja dengan cerdik dan bersedia atau berinisiatif melakukan tindakan "extra-mile".
Melakukan tindakan "extra-mile" adalah melakukan tindakan melebihi dari uraian pekerjaan untuk tugas dan tanggung-jawab kita yang dinyatakan dan disampaikan secara formal dalam suatu organisasi.

5 Hal Penting Yang Membentuk Mental Seorang Pemenang

Dalam buku "Think Like A Champion", Donald Trump menuliskan beberapa tips untuk meraih kesuksesan dengan mental seorang pemenang. Lima hal terpenting di antaranya adalah :

1. Inovasi

Inovasi lahir dari pemikiran yang kreatif. Banyak tren di masyarakat berasal dari pemikiran-pemikiran sederhana namun kreatif.
Kita perlu melatih pemikiran kita agar selalu menjadi positif dan penuh kreativitas. Orang lain bisa saja menertawakan atau bahkan menghambat ide-ide kreatif kita, namun janganlah hal itu mematikan semangat untuk berubah menuju arah yang lebih positif.

2. Berpikir Cepat
Berpikir dengan cepat namun tenang, adalah hal yang penting. Untuk dapat berpikir cepat, kita perlu membiasakan diri agar tetap fokus dan waspada setiap saat.
Wawasan yang luas akan dapat menambah perbendaharaan kita dalam mencari solusi atas situasi dan kondisi yang kita hadapi.

3. Totalitas
Adalah penting untuk mempunyai totalitas dalam setiap hal yang kita kerjakan, artinya melakukan dengan sepenuh hati dan sebaik mungkin, tanpa perlu adanya dorongan atau pengawasan dari orang lain.

4. Berpikir Dan Bertindak Seperti Seorang Juara
Para pemenang selalu berpikir besar, melakukan aktivitas dengan disiplin, kerja keras, serta tidak mudah jatuh dalam keputus-asaan ketika mengalami kegagalan. Semua itu dilakukan dengan semangat melakukan yang terbaik.

5. Peka Terhadap Potensi Diri dan Peluang
Kepekaan dalam menilai kemampuan atau potensi diri diperlukan agar kita mengetahui apa yang diperlukan untuk membuat diri kita terus bertumbuh dan berkembang menuju hidup yang berwawasan luas.
Ketika dihadapkan dengan peluang yang bagus, berbekal potensi diri yang terus bertambah, kita akan menjadi lebih percaya diri untuk menyambar peluang-peluang yang ada.

Lima hal tersebut di atas, paling tidak diharapkan dapat mulai membentuk mental kita menjadi mental seorang pemenang. Sebab mental pemenang yang tertanam kuat dalam diri kita akan mendorong kita untuk selalu maju dan menghadapi tantangan permasalahan yang ada.

Tuntutan kebutuhan hidup yang semakin hari semakin sulit dikendalikan, bisa saja merongrong kehidupan sehari-hari kita. Jatuh bangun yang telah berhasil kita lalui justru mempunyai nilai tersendiri yang berharga untuk membentuk karakter, kecakapan dan pola pikir yang tak pernah menyerah !


Ketika orang lain di sekitar kita mencari solusi melalui cara-cara yang negatif karena tidak mampu untuk mengendalikan dirinya, pada saat itulah kita yang bertahan terus melakukan hal-hal positif bermodalkan mental pemenang, justru dapat menjadi contoh dan panutan bagi orang lain.
Selamat memenangkan perjuangan hidup dengan mental pemenang !



Rahasia Untuk Menjadi Sukses !!


Dr.Srully Blotnick telah melakukan sebuah penelitian yang hasilnya kemudian dituangkan ke dalam bukunya yang berjudul "Getting Rich Your Own Way". Selama 20 tahun ia telah meneliti 1500 orang yang terdiri dari pria dan wanita di usia 20-an hingga 40-an.
Dari 1500 orang tersebut, ada 83 orang di antaranya yang menjadi jutawan yang sangat sukses, dan yang menarik adalah bahwa mereka tidak bermaksud menjadi kaya, namun sangat fokus pada melakukan yang terbaik dalam pekerjaannya.

Sikap untuk melakukan yang terbaik itulah yang membawa mereka ke puncak sukses.
Sebaliknya, sebagian besar orang lainnya mencoba menghasilkan banyak uang dan berfokus untuk menjadi kaya, namun justru tidak berhasil.

Bagi beberapa orang barangkali hal itu kedengarannya aneh. Bagaimana mungkin yang ingin menjadi kaya malahan berakhir dengan tidak kaya, sedangkan yang tidak bermaksud untuk kaya justru menjadi kaya ? Bukankah selama ini kita diajar untuk bermimpi dan membayangkan sebuah keberhasilan yang kita idam-idamkan ?
Bagaimana hal seperti itu dapat dijelaskan ?

Sebuah ilustrasi sederhana ini barangkali bisa membantu ....
Seorang petenis profesional, ketika bertanding mengatur fokus perhatiannya pada pola permainannya serta lawan bertandingnya. Ia tidak mengatur fokusnya pada papan skor pertandingan, karena papan skor tersebut akan mengikuti cantik atau tidaknya permainan kedua petenis tersebut.
Ia berfokus pada upaya untuk mengeluarkan permainan terbaiknya serta melakukan sedikit kesalahan. Para petenis profesional sangat sedikit yang sebentar-sebentar menoleh ke papan skor untuk melihat berapa nilai yang diperolehnya, sebab mereka memahami bahwa dengan bermain lebih bagus dari lawannya, secara otomatis nilai akan bertambah dengan sendirinya.

Hal itu tentunya diharapkan juga berlaku dalam kehidupan kita.
Fokus kita bukanlah semata-mata pada menjadi apa diri kita nanti, tetapi lebih banyak pada apa yang kita lakukan pada hari ini yang membawa dampak untuk hidup kita di kemudian hari nanti. Kita perlu melakukan yang terbaik dalam pekerjaan kita dengan memperbaharui terus-menerus dan berusaha menjadi sempurna. Apabila kita konsisten melakukan hal-hal positif tersebut, maka sangat besar kemungkinan kita akan memetik keberhasilan di masa mendatang.
Hasil selalu mengikuti tindakan, oleh karena itu berlah fokus lebih banyak untuk dapat melakukan tindakan yang terbaik yang dapat kita lakukan.